Bertepatan Ramadan, Cap Go Meh Bogor Street Festival Tetap Digelar

- Cap Go Meh Bogor Street Festival 2026 tetap digelar meriah di bulan Ramadan dengan tema “Harmony in Diversity”, menampilkan parade budaya dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.
- Acara ini menjadi simbol toleransi dan persatuan, dimulai setelah ibadah puasa serta tarawih, menghadirkan kolaborasi budaya Tionghoa dan Sunda di Jalan Suryakencana.
- Menteri Kebudayaan dan Gubernur Jawa Barat mengapresiasi festival ini sebagai ajang pemersatu bangsa, sementara Wali Kota Bogor menegaskan komitmen menjaga keberagaman dan silaturahmi antarwarga.
Bandung, IDN Times - Bertepatan dengan bulan Ramadan, Cap Go Meh Bogor Street Festival di Kota Bogor tetap berlangsung dengan meriah. Acara yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu menambah ramai suasa Ramadan di Kota Hujan.
Animo masyarakat menyaksikan acara puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival 2026 juga tidak luntur. Mengusung tema 'Harmony in Diversity' turut membuat warga tumpah ruah di Jalan Suryakencana.
1. Budaya menjadi pemersatu

Kegiatan ini juga mengedepankan keberagaman yang mana acara baru dimulai sepenuhnya setelah selesai ibadah puasa dan salat tarawih di bulan Ramadhan. Meski demikian warga tetap antusias menyaksikan parade budaya mulai dari Barongsai dan Liong khas Tionghoa, hingga Sisingaan yang merupakan karya budaya masyarakat Sunda.
"Alhamdulillah malam ini di tengah hujan dan juga masih dalam suasana berbuka puasa, kita masih bisa berkumpul merayakan salah satu ekspresi budaya yaitu Cap Go Meh. Ini merupakan satu bukti bahwa Indonesia meskipun berbeda-beda, tetapi budaya tetap mempersatukan kita semua. Perbedaan bukan ancaman, tapi justru mengeratkan kita," kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, dikutip Kamis (5/3/2026).
"Semoga kebudayaan kita semakin maju dan kami harapkan Cap Go Meh 2026 ini menjadi momen yang selalu merekatkan kebersamaan masyarakat," ujarnya.
2. Seni tidak pernah membedakan kasta

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh Bogor Street Festival tahun ini digelar sejak Minggu 1 Maret 2026. Selain parade budaya, berbagai agenda lain dilaksanakan mulai dari bazzar UMKM, buka puasa bersama, hingga santunan untuk 400 anak yatim.
Meski dibalut tradisi Tionghoa, sejatinya Cap Go Meh Bogor Street Festival bertujuan sebagai wadah silaturahmi antar umat beragama dan suku bangsa. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan tagline utamanya yaitu 'Ajang Budaya, Pemersatu Bangsa'.
Hadirnya Cap Go Meh Bogor Street Festival turut diapresiasi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya ini menjadi ajang pemersatu budaya, dan dirinya terinspirasi untuk menggelar karnaval Pajajaran di Kota Bogor.
"Terima kasih kepada yang telah hadir di acara ini. Seni dapat menyatukan manusia. Dengan seni, kita hidup tanpa membedakan kasta. Dengan seni, kita mempunyai rasa. Dan dengan seni, kita bisa menghadirkan kebahagiaan," kata dia.
"Semoga karnaval ini bukan menjadi karnaval yang pertama, dan nanti saya minta kepada Wali Kota Bogor (Dedie Rachim) mulai tahun ini ada satu lagi karnaval yaitu Karnaval Pajajaran," ungkapnya.
3. Bentuk komitmen warga Bogor dalam menjaga toleransi

Selaku tuan rumah, Wali Kota Bogor mengaku bangga Cap Go Meh Bogor Street Festival berhasil dilaksanakan secara meriah. Menurutnya konsistensi pelaksanaan acara ini merupakan wujud komitmen masyarakat dan pemerintah kota dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman.
Dirinya berpesan agar momentum ini menjadi semangat masyarakat dalam mempersatukan kekuatan dalam perbedaan.
"Ini bentuk komitmen dari masyarakat Bogor, khususnya dalam menguatkan toleransi, merawat keberagaman, dan mempererat silaturahmi antar umat beragama serta seluruh unsur masyarakat di Kota Bogor," kata dia.


















