Bandung, IDN Times - Penyebab dugaan keracunan massal di restoran Korea 88 Seoul, Kota Bandung, belum terungkap. Pemerintah Kota Bandung terkendala pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium karena tidak ada lagi sisa makanan yang bisa diperiksa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, laporan kejadian tersebut diterima beberapa hari setelah dugaan keracunan terjadi. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi korban sudah habis atau dibuang sehingga tidak bisa dijadikan sampel pemeriksaan.
"Terlambat (laporannya) karena (makanan) sudah dicerna dan sudah dibuang," ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2026).
