Belum Terungkap! Penyebab Keracunan Restoran 88 SEOUL Masih Misteri

Penyebab dugaan keracunan massal di restoran 88 Seoul Bandung belum terungkap karena laporan terlambat dan tidak ada sisa makanan untuk diuji laboratorium.
Pemkot Bandung mengaudit sanitasi, penyimpanan bahan, dan suhu restoran; 88 Seoul tetap ditutup sampai pengelola membuktikan rekomendasi perbaikan telah dijalankan.
Sebanyak 26 orang dilaporkan terdampak dugaan keracunan dan telah mendapat penanganan, dengan beberapa di antaranya sudah pulang ke rumah.
Bandung, IDN Times - Penyebab dugaan keracunan massal di restoran Korea 88 Seoul, Kota Bandung, belum terungkap. Pemerintah Kota Bandung terkendala pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium karena tidak ada lagi sisa makanan yang bisa diperiksa.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, laporan kejadian tersebut diterima beberapa hari setelah dugaan keracunan terjadi. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi korban sudah habis atau dibuang sehingga tidak bisa dijadikan sampel pemeriksaan.
"Terlambat (laporannya) karena (makanan) sudah dicerna dan sudah dibuang," ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2026).
1. Audit dilakukan sama dengan SPPG

Dok. Istimewa Meski penyebab dugaan keracunan belum dapat dipastikan melalui pengujian sampel makanan, Pemkot Bandung telah melakukan audit terhadap restoran tersebut. Pemeriksaan mencakup sejumlah aspek, mulai dari sanitasi, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga pengaturan suhu.
Farhan mengatakan, prosedur audit yang diterapkan terhadap restoran tersebut serupa dengan pemeriksaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Nah, audit yang kami lakukan, dari mulai sanitasi, tempat penyimpanan, suhu, dan lain-lain, itu persis sama dengan audit yang kami lakukan terhadap SPPG," kata Farhan.
2. Restoran 88 Seoul masih ditutup

Restoran 88 SEOUL di Bandung Tutup Sementara Usai Kasus Konsumen Keracunan. Dok Istimewa Farhan mengatakan, Pemkot Bandung meminta pengelola restoran segera memperbaiki prosedur pengolahan dan penyimpanan makanan sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan.
Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan untuk menutup restoran apabila diperlukan. Saat ini, 88 Seoul masih ditutup hingga pengelola menyelesaikan perbaikan yang diminta.
"Kalau mau buka lagi, maka dia harus menunjukkan kepada kita bahwa rekomendasi perbaikan yang kita usulkan itu sudah dilaksanakan," kata dia.
3. Sebanyak 26 orang dilaporkan terdampak

Restoran 88 SEOUL di Bandung Tutup Sementara Usai Kasus Konsumen Keracunan. IDN Times/Debbie Sutrisno Terkait jumlah korban, Farhan mengaku belum bisa memastikan apakah ada penambahan jumlah orang yang mengalami dugaan keracunan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, sebanyak 26 orang terdampak dan telah mendapatkan penanganan.
"Sejauh ini saya tahu 26 orang dan sudah ditangani dengan baik, beberapa, semuanya sudah pulang ke rumah," kata Farhan.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton mengatakan, penyidik telah mendatangi restoran dan meminta keterangan dua hingga tiga pegawai. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah konsumen yang diduga mengalami keracunan.
"Kami sudah mendatangi restoran tersebut, kemudian melakukan pemeriksaan kepada pegawai. Kami juga sudah mengambil sampel makanan untuk kami teliti di Labkesda. Sekitar dua sampai tiga orang telah kita mintai keterangan," kata Anton, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui apakah dugaan keracunan berkaitan dengan bahan makanan yang digunakan atau metode pengolahan yang diterapkan pihak restoran.
"Untuk mengetahui apakah bahan-bahan atau mungkin metode-metode yang dilakukan oleh restoran, nanti menunggu hasil dari laboratorium," ujarnya.




















