Pabrik VinFast Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan SMK

Pemprov Jawa Barat menyiapkan pelatihan berbasis fasilitas SMK untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 8.000 pekerja pabrik VinFast Subang pada 2027.
VinFast saat ini merencanakan perekrutan sekitar 300 pekerja, sementara hampir 200 ribu pelamar di Nyari Gawe akan dipetakan sesuai kualifikasi sebelum pelatihan.
KDM menyoroti gaji pekerja sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta dengan lembur, serta meminta perbaikan akses industri dan penataan lingkungan kawasan.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyiapkan skema pelatihan kerja berbasis sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pabrik PT VinFast Automobile Indonesia di Kabupaten Subang. Perusahaan tersebut diproyeksikan membutuhkan lebih dari 8.000 pekerja pada 2027.
Berdasarkan penjelasan manajemen, VinFast merencanakan perekrutan sekitar 300 pekerja pada tahap saat ini. Sementara itu, kebutuhan tenaga kerja pada 2027 diperkirakan mencapai lebih dari 8.000 orang.
Di sisi lain, jumlah pelamar melalui platform Nyari Gawe disebut telah mendekati 200 ribu orang. KDM mengusulkan agar para pendaftar dipetakan berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, kemudian mengikuti pelatihan sebelum melamar pekerjaan.
"Yang 8.000 itu bisa dibikin pendidikan prakerja untuk tahun depan. Nah, prakerja ini menggunakan fasilitas SMK," ujar KDM, Kamis (15/10/2026).
1. Pelatihan digelar di luar jam sekolah

Dok. Istimewa KDM mengatakan, fasilitas SMK dapat digunakan untuk pelatihan pada sore hari atau akhir pekan sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, pemerintah daerah diharapkan bisa menyiapkan calon tenaga kerja tanpa harus membangun tempat pelatihan baru.
"Jadi begitu nanti direkrut, tenaga terdidik bisa. Begitu direkrut, dia sudah enggak usah lagi capek latihan," katanya.
2. KDM soroti upah pekerja dan akses pabrik

Dok. Istimewa KDM turut menanyakan ke sejumlah pekerja mengenai upah di perusahaan mobil listrik tersebut. Salah seorang pekerja menyebut menerima gaji sekitar Rp5 juta per bulan, belum termasuk lembur. Pendapatannya bisa mencapai Rp6 juta.
Selain persoalan tenaga kerja, KDM menyoroti akses menuju kawasan industri yang dinilai masih perlu dibenahi. Dia meminta kendaraan logistik bertonase besar menggunakan jalan tol untuk mengurangi beban jalan arteri dan mencegah kemacetan.
"Kasih tahu jangan lewat jalan arteri. Kalau mobil gede-gede ini tidak mengambil jalan tol, dia masuk lagi ke jalan arteri. Kalau bolak-balik, kasihan jalannya," kata KDM.
3. Minta Satpol PP tertibkan bangunan liar sekitar akses pabrik

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil) KDM juga meminta Satpol PP Jawa Barat menata lingkungan di sepanjang akses menuju kawasan industri, termasuk menertibkan bangunan liar dan aktivitas pedagang yang dinilai belum tertata.
"Selama ini ke kawasan industri itu identik dengan kekumuhan, pedagang yang tidak beraturan. Padahal terbalik," kata dia.


















