Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260124-WA0054.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Prajurit TNI diduga hilang dalam longsor di Cisarua, Bandung Barat

  • Delapan orang meninggal dunia, 23 orang selamat, dan sekitar 83 jiwa masih belum diketahui keberadaannya

  • Kondisi medan sulit dengan hujan, angin, dan material longsor yang terus turun menghambat proses evakuasi dan pencarian korban

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Prajurit TNI dikabarkan hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kodam III/Siliwangi memastikan akan menelusuri dugaan anggota yang hilang tersebut.

Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin menyatakan hingga saat ini ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi lebih lanjut di lapangan.

"Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara korban yang selamat maupun yang masih hilang. Nanti akan kami konfirmasi kembali," ujar Mahmuddin kepada wartawan di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1/2026).

1. Pencarian akan terus dilakukan

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Adapun dari data sementara Pemkab Bandung Barat menyatakan ada delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 jiwa masih belum diketahui keberadaannya.

Sedangkan, total warga terdampak tercatat sekitar 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga terdampak dan 20 unit rumah tertimbun material longsor.

"Kami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini kondisi cuaca masih hujan disertai angin, air masih terus mengalir, dan material longsor juga masih turun ke bawah, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi kejadian," ujar Mahmuddin.

2. Tunggu informasi lebih lanjut soal anggota hilang

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Mahmuddin menjelaskan lokasi longsor memiliki medan yang cukup berat dengan jarak dari titik longsor bagian atas hingga ke bawah mencapai kurang lebih dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan pencarian korban.

"Terkait anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali," kata dia.

3. Medan evakuasi tergolong sulit

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail alias Jeje mengatakan, proses evakuasi korban masih terus dilakukan karena masih ada beberapa yang belum diketahui dan diduga tertimbun longsor.

"Menurut data terakhir, korban ada 113 jiwa, sekitar 34 KK. Yang selamat ada 23 orang, yang ditemukan meninggal ada tujuh orang, dan barusan bertambah menjadi delapan orang. Jadi, belum ditemukan sekitar 82," ujar Jeje, Sabtu (24/1/2026).

Tim gabungan dari berbagai instansi masih berada di lokasi, dan ada beberapa kendala di lapangan yang dihadapi yaitu kondisi medan di lokasi yang memang membutuhkan kehati-hatian.

"Memang karena medannya sangat sulit sekali, tanahnya juga labil. Ini tadi juga saya sempat terperosok. Jadi kami fokusnya tetap pencarian korban dan juga penyelamatan korban. Tentunya ini juga dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, perangkat kecamatan dan seluruh relawan," ujarnya.

Editorial Team