Longsor Cisarua Bandung Barat, Empat Orang Meninggal, 89 Hilang

- Longsor di Cisarua, Bandung Barat, menyebabkan 4 orang meninggal dan 89 hilang
- 30 rumah tertimbun material longsor, 114 warga terdampak, dengan 21 orang selamat
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat bencana untuk 27 kabupaten dan kota
Bandung, IDN Times - Peristiwa longsor disertai banjir bandang di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyebabkan empat orang meninggal dunia dan 89 hilang. Peristiwa yang terjadi Sabtu dini hari (24/1/2026) itu membuat permukiman warga di Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT05/RW11, Desa Pasirlangu, paling terdampak.
Dari laporan kepolisian, kejadian bermula saat warga mendengar suara gemuruh keras sebelum longsoran besar meluncur dari titik awal di Kampung Pasirkuning hingga ke Kampung Pasir Kuda, dan diketahui peristiwa itu longsor.
"Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda," kata Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, saat dihubungi.
1. Polisi masih melakukan pencarian korban

Berdasarkan data sementara, Yogaswara menyampaikan, ada sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun material longsor, 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang berhasil ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan sekitar 89 orang masih dalam pencarian.
"Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang," kata Yogaswara.
2. Kondisi di lapangan cukup sulit karena material longsor

Dia memastikan, kondisi medan yang berat serta material longsor yang tebal menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Sehingga, para petugas saat ini masih belum mendapatkan informasi terbaru dan masih melakukan pencarian.
"Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit," katanya.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan, menurutnya, masih melakukan pengamanan lokasi, pencarian korban, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat.
"Warga di sekitar lokasi diimbau untuk menjauhi area longsoran dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan," kata dia.
3. BPBD Jabar benarkan ada korban meninggal dari kejadian ini

Sementara itu Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, korban meninggal dari peristiwa ini benar adanya. Namun dari data yang dimilikinya jumlah korban ada sebanyak tiga orang.
"Yang baru kami terima ada tiga meninggal dunia, masih terus kami update," ucap Hadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status kedaruratan bencana untuk 27 kabupaten dan kota. Para kepala daerah diminta mulai melakukan siaga kebencanaan baik longsor, banjir dan potensi lainnya yang berpotensi terjadi akhir tahun ini.
Status siaga ini dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melalui Kepgub nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Surat ini sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jabar, dan mulai berlaku dari 15 September 2025-30 April 2026.
"Menetapkan, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 yang selanjutnya disebut status siaga darurat," kata Dedi dalam Kepgub tersebut, dikutip Senin (27/10/2025).














