Bulog Jabar Genjot Serapan Gabah, Sudah 125 Ribu Ton di Ramadan

- BULOG Jawa Barat terus menyerap gabah petani selama Ramadan untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah dan mengejar target pengadaan 694.432 ton setara beras pada tahun 2026.
- Hingga awal Maret 2026, serapan gabah mencapai 125.910 ton atau sekitar 18 persen dari target, meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- BULOG memastikan stok beras di Jawa Barat aman sebesar 592.795 ton dan siap menjaga stabilitas harga melalui program SPHP, bantuan pangan, serta pasar murah selama Ramadan hingga Lebaran.
Bandung, IDN Times - Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat terus mengintensifkan penyerapan gabah petani selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus mengejar target pengadaan beras yang telah ditetapkan pemerintah.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pengadaan gabah mencapai 4 juta ton. Sementara itu, BULOG Kanwil Jawa Barat pada 2026 mendapat target sebesar 694.432 ton setara beras.
1. Target pengadaan Jabar hampir 700 ribu ton setara beras

Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan aktivitas penyerapan gabah tetap berjalan maksimal meskipun sedang memasuki bulan Ramadan.
Menurutnya, Ramadan tidak mengurangi intensitas BULOG dalam melakukan pengadaan gabah dari petani. Bahkan, pihaknya berupaya menyerap gabah sebanyak mungkin agar target pengadaan tahun ini bisa tercapai.
BULOG juga membeli gabah kering panen (GKP) seharga Rp6.500 per kilogram di tingkat petani sesuai dengan ketentuan pemerintah.
2. Serapan gabah sudah capai 125.910 ton hingga awal Maret

Hingga 8 Maret 2026, capaian pengadaan BULOG Kanwil Jawa Barat telah mencapai 125.910 ton setara beras. Angka ini setara dengan sekitar 18,13 persen dari target pengadaan tahun ini.
Nurman menyebut capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada 9 Maret 2025 lalu, pengadaan baru mencapai 32.086 ton setara beras. Namun hingga akhir tahun, target pengadaan tetap bisa tercapai berkat dukungan berbagai pihak.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra pengadaan, penggilingan hingga kelompok tani di Jawa Barat,” ujarnya.
3. Bulog pastikan stok beras aman meski ada isu panic buying

Terkait isu masyarakat melakukan panic buying beras yang memicu lonjakan harga di pasar, BULOG memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras yang dimiliki BULOG di Jawa Barat mencapai 592.795 ton setara beras.
Nurman menegaskan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun terjadi lonjakan permintaan secara tiba-tiba. Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, BULOG akan memaksimalkan berbagai program seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta program Pasar Murah (Pasmur).
Ia juga telah meminta seluruh kantor cabang BULOG di Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kebutuhan beras selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.


















