Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor Terjadi di Cisarua Bandung Barat, 30 Rumah Terdampak

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Intinya sih...
  • Longsor terjadi di Cisarua Bandung Barat, 30 rumah terdampak
  • Hujan deras dan angin kencang menjadi penyebab longsor
  • BPBD Jabar melakukan pendataan, belum ada korban jiwa yang dipastikan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Babakan RT05/RW11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/1/2026) pukul 18.00 WIB. Berdasarkan data sementara ada puluhan rumah yang terdampak.

Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, peristiwa ini terjadi saat kondisi hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayah tersebut. Beberapa waktu setelahnya, barulah terjadi longsor.

"Bencana tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang disertai angin kencang," ujar Hadi Rahmat saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

1. Korban jiwa masih dilakukan pendataan

Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

Berdasarkan beberapa video yang diterima IDN Times, kondisi ini membuat warga panik dan terlihat ada yang membawa bayi ke dalam rumah. Tak hanya itu, terlihat juga beberapa rumah warga Terdampak.

BPBD Jabar pun masih melakukan pendataan di lapangan bersama petugas setempat, untuk data sementara belum dipastikan ada korban jiwa.

"Kurang lebih 30 rumah terdampak, korban masih dalam pendataan. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat dan aparat setempat untuk melakukan penanganan dan pendataan dampak longsor," kata Hadi Rahmat.

2. Awal 2026 Jabar banyak diterpa bencana alam

Ilustrasi longsor (Dok: istimewa)
Ilustrasi longsor (Dok: istimewa)

Sebelumnya BPBD Provinsi Jawa Barat mencatat ada 18 kejadian bencana alam, sepuluh diantarnya banjir, enam cuaca ekstrem dan tanah longsor. Bencana yang terjadi dalam rentang waktu 1-13 Januari 2026 membuat empat rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, 38 rusak ringan, dan 5.843 bangun terendam.

Sementara, jumlah jiwa terdampak ada sebanyak 26.318 orang, 190 orang mengungsi, sebelas rumah ibadah terdampak, satu fasilitas kesehatan, tiga fasilitas pendidikan.

"Di Jawa Barat sendiri ini memang ada banjir, kemudian tanah longsor. Untuk banjir tercatat ada sepuluh kejadian, dan cuaca ekstrim enam kejadian, alhamdulillah kalau kekeringan tidak ada," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, Selasa (13/1/2026).

Untuk daerah paling banyak terjadi bencana di awal tahun 2026 ini, Teten mengungkapkan, semua wilayah di Jabar memang memiliki potensi terkena bencana alam. Namun, sampai saat ini bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Karawang.

"Cuaca ekstrem paling banyak di Karawang, banjir juga di sana, karena dampak cuaca ekstrem itu tadi ya. Tercatat sekitar lima kejadian," ujarnya.

3. Jabar tetapkan status siaga bencana hingga April 2026

ilustrasi longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)
ilustrasi longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status kedaruratan bencana untuk 27 kabupaten dan kota. Para kepala daerah diminta mulai melakukan siaga kebencanaan baik longos, banjir dan potensi lainnya yang berpotensi terjadi akhir tahun ini.

Status siaga ini dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, melalui Kepgub nomor 360/Kep.626-BPBD/2025. Surat ini sudah diedarkan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jabar, dan mulai berlaku dari 15 September 2025-30 April 2026.

"Menetapkan, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah provinsi jawa barat tahun 2025/2026 yang selanjutnya disebut status siaga darurat," kata Dedi dalam Kepgub tersebut, dikutip Senin (27/10/2025).

Dedi juga meminta agar kepala daerah segera mempersiapkan semuanya termasuk anggaran untuk kebencanaan, jika nantinya terdapat masyarakat yang terdampak bencana dalam beberapa bulan mendatang.

"Pembiayaan yang diperlukan untuk penanganan status siaga darurat bencana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat; dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Longsor Terjadi di Cisarua Bandung Barat, 30 Rumah Terdampak

24 Jan 2026, 08:51 WIBNews