Gapura Candi, Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Sementara Dedi Mulyadi juga sudah mengganti wajah Gedung Sate, dengan memasang pintu gerbang candi bentar hingga ornamen di dalamnya yang kini kental dengan budaya. Pergantian ini diklaim untuk menonjolkan ke khasan dari Jawa Barat itu sendiri.
Meski begitu, hal tersebut turut menjadi perhatian masyarakat secara umum, berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, tidak hanya pintu gerbang yang diubah, melainkan area lantai parkir yang dahulu berlapis aspal, kini diganti menjadi paving blok yang lebih rapi dan teratur.
Alasan renovasi dengan konsep seperti itu turut dijelaskan oleh Kadiskominfo Jabar, Adi Komar. Ia mengatakan, Gedung Sate bukan hanya pusat Pemerintahan, tapi juga ikon dan destinasi wisata kebanggaan Jawa Barat. Perbaikan dilakukan agar lebih semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung.
Menurutnya, konsep perbaikan gerbang Gedung Sate ini memang mengusung kebudayaan Sunda untuk memperkuat identitas lokal Jawa Barat. Oleh karena itu, gerbang berbentuk candi bentar, dan juga ada ornamen yang menonjolkan budaya Jabar.
Adi menuturkan, saat ini proses pembangunan masih berjalan dan belum selesai, namun wujudnya mang sudah nampak secara estetik untuk gapura yang ada di beberapa gerbang pintu masuk kantor Gubernur Jawa Barat ini.
Adapun anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025. Adi mengungkapkan jika dana yang dihabiskan untuk revitalisasi pagar dan gapura itu mencapai Rp3,9 miliar.
"Pembangunan ini sudah direncanakan di APBD Perubahan dan sudah dianggarkan kurang lebih Rp3,9 miliar untuk renovasi infrastruktur khususnya gapura," kata Adi, beberapa waktu lalu.