Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1.000 Lebih ASN Jabar Terlibat Judol, Ada yang Untung Rp800 Juta
Ilustrasi ASN (Diskominfo Depok/Ilustrasi)
  • Lebih dari seribu ASN di Jawa Barat terungkap bermain judi online dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp10 miliar, berdasarkan laporan PPATK yang diterima Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
  • Salah satu ASN diketahui meraih keuntungan hingga Rp800 juta, sementara sebagian besar pelaku tersebar di 27 kabupaten dan kota besar seperti Bandung dan Bekasi.
  • Pemerintah Provinsi Jabar akan memanggil serta menindak ASN yang terlibat sesuai aturan, terutama karena banyak di antara mereka menjelang masa pensiun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
9 Juli 2026

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan temuan lebih dari seribu ASN di Jawa Barat terlibat judi online berdasarkan laporan PPATK. Ia menyebut nilai transaksi mencapai lebih dari Rp10 miliar dan ada ASN yang meraih keuntungan hingga Rp800 juta.

kini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong inspektorat kabupaten dan kota untuk memanggil serta memberikan sanksi kepada ASN yang terlibat judi online sesuai aturan yang berlaku.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lebih dari seribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat terungkap terlibat dalam aktivitas judi online dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp10 miliar.
  • Who?
    ASN di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan informasi disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berdasarkan laporan PPATK.
  • Where?
    Kegiatan dan temuan ini terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat, terutama di kota-kota besar seperti Bekasi dan Bandung.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Kamis, 9 Juli 2026, setelah pertemuan antara Wakil Gubernur Jawa Barat dan Kepala PPATK Pusat.
  • Why?
    Motif para ASN bermain judi online masih belum diketahui; pemerintah daerah berencana memanggil mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
  • How?
    Laporan PPATK menunjukkan bukti transaksi keuangan mencurigakan milik ASN yang diduga berasal dari judi online; data tersebut kemudian diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk ditindaklanjuti secara internal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak pegawai negeri di Jawa Barat ketahuan main judi di handphone. Jumlahnya lebih dari seribu orang, dan ada yang dapat uang sampai delapan ratus juta. Wakil Gubernur namanya Pak Erwan bilang ini bikin kaget dan sedih. Sekarang para pegawai itu mau dipanggil dan bisa kena hukuman supaya tidak main lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun temuan keterlibatan lebih dari seribu ASN Jabar dalam judi online mengejutkan, langkah cepat Wakil Gubernur Erwan Setiawan dan kerja sama dengan PPATK menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap transparansi dan penegakan disiplin. Upaya memproses kasus ini secara internal menandakan adanya mekanisme pengawasan yang aktif dan keseriusan memperbaiki integritas aparatur negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Seribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Provinsi Jawa Barat kedapatan bermain judi online (judol). Nilai transaksinya pun tergolong besar karena ada salah satu diantaranya yang mendapatkan keuntungan Rp800 juta.

Fakta tersebut turut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan saat ditemui di Bandung, Kamis (9/7/2026). Erwan mengatakan, jumlah ASN yang kedapatan bermain Judol sudah sangat mengkhawatirkan. Berkas laporannya menumpuk.

"Sakieu yeuh, numpuk (segini nih, menumpuk--sambil memeragakan tumpukan dengan tangan). Banyak sekali ASN di Jawa Barat, terutama di kota-kota besar ya, di Bekasi, Bandung, dan sekitarnya, banyak sekali yang terlibat judol," ujar Erwan.

1. Erwan kaget karena datanya sangat menumpuk

Ilustrasi ASN di lingkup Pemkot Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Erwan mengungkapkan, temuan ini merupakan hasil dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Saat itu, dirinya ditunjuk beberapa bukti oleh lembaga independen tersebut mengenai transaksi ASN yang diduga bermain judol.

"Saya waktu itu silaturahmi dengan Kepala PPATK Pusat, Kang Ivan, kebetulan orang Jawa Barat. Kita ngobrol-ngobrol, di akhir pertemuan itu beliau sampaikan, 'Kang, hati-hati, Jawa Barat judolnya sudah sangat meresahkan, terutama ASN'," katanya.

Melihat data yang menumpuk, Erwan pun kaget, ternyata jumlahnya sangat banyak dan tidak hanya ratusan orang saja, melainkan lebih dari seribu dan itu tersebar di 27 kabupaten dan kota.

"Saya di situ kaget, dan saya langsung diberikan bukti by name by address. Tapi saya tidak akan sebutkan siapa, ini karena privasi. Kita nanti akan selesaikan secara internal di lingkungan ASN," ucapnya.

2. Satu ASN ada yang sudah dapat Rp800 juta

Ilustrasi ASN Pemkot Surabaya. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Mengenai nilai transaksi dari Judol ASN Jawa Barat, Erwan mengatakan, angkanya sudah melebihi Rp10 miliar lebih. Bahkan, ada salah satu pegawai negeri yang kedapatan memiliki saldo Rp800 juta yang diduga hasil Judol.

"Ada satu ASN saja sampai delapan ratus jutaan. Satu ASN. Bahkan ada beberapa yang di atas ratusan juta. Yang terkecil itu sekitar seratus dua ratus ribuan," katanya.

Kendati begitu, Erwan belum mengetahui lebih lanjut alasan para ASN yang terlibat Judol ini apa. Pemprov Jabar, kata dia, mendorong agar pemerintah daerah memanggil beberapa ASN yang terlibat tersebut untuk diberikan tindakan sesuai aturan.

"Kami tanyakan ke mereka nanti ketika kita panggil, kenapa mereka sampai melakukan seperti itu. Padahal kan mereka sudah mendapatkan gaji, tunjangan, kenapa harus bermain judi seperti itu," ujarnya.

3. Mendorong pemerintah daerah menindaklanjuti temuan PPATK ini

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Lebih lanjut, dari semua data ASN Jabar terlibat Judol, Erwin turut menemukan fakta yang lebih mengagetkan. Mereka yang diduga terlibat judi online ini mayoritas menjelang masa pensiun. Hal tersebut dirasakannya sangat miris.

"Dan yang tadi saya sebutkan salah satunya yang besar itu mereka menjelang pensiun. Ngapain coba? Apa yang akan mereka berikan untuk anak cucunya ketika nanti setelah pensiun?" kata dia.

"Saya berharap kita segera menindaklanjutinya, para inspektorat di kota kabupaten untuk segera memanggil para ASN yang terlibat judol tersebut, memberikan sanksi ya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Erwan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article