Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Terdampak Longsor di Desa Pasirlangu Mulai Pulang ke Rumah
Tempat sementara korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

  • Sebanyak 164 KK dan 564 jiwa terdampak longsor di Desa Pasirlangu, namun sebagian sudah pulang setelah pemetaan zonasi.

  • Kebutuhan warga seperti beras dan makanan terpenuhi, namun keterbatasan air masih menjadi kendala utama.

  • Bantuan dari BRI Peduli dan Indosat SIGAP terus masuk untuk warga terdampak longsor, termasuk sembako, obat-obatan, dan dukungan jaringan telekomunikasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pengungsi terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mulai kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka dibekali sembilan bahan pokok alias sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis mengatakan, hingga Minggu (1/2/2026) tinggal 46 kepala keluarga (KK) dengan 146 jiwa yang masih mengungsi baik di gor maupun aula Desa Pasirlangu. Jumlah pengungsi merupakan korban terdampak langsung baik yang rumahnya rusak berat maupun asuk zona bahaya.

"Mulai pengembalian pengungsi ke rumahnya masih-masing. Sekarang yang masih mengungsi memang yang masuk zona merah," kata Nur Awaludin, Ahad (1/2/2026).

1. Awalnya asa 164 KK

Tempat sementara korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Awalnya, total jumlah korban terdampak longsor yang mengungsi di Desa Pasirlangu mencapai 564 jiwa dari 164 kepala keluarga (KK) mengungsi. Namun jumlah pengungsi itu mulai kembali ke rumahnya masing-masing usai Pemkab Bandung Barat melakukan pemetaan zonasi.

Nur Awaludin mengatakan, para pengungsi yang dipulangkan adalah warga yang bukan terdampak langsung longsor. Melainkan warga yang terdampak imbas bencana di wilayah RW 10, RW 11, dan RW 12, karena sumber air bersih mereka tertimbun material longsor.

"Sebetulnya ini bukan pengungsi utama yang rumahnya rusak atau hancur. Tapi karena sumber air untuk warga itu tertimpa longsor sehingga harus mengungsi," jelas dia.

2. Kebutuhan mereka tetap disediakan

Tempat sementara korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selama di pengungsian, lanjut dia, kebutuhan warga seperti beras, makanan, dan sembako telah terpenuhi dengan baik. Namun, keterbatasan air untuk memasak dan mencuci menjadi kendala utama.

Lebih jauh, saat ini satu titik sumur bor telah selesai dibangun dan sudah bisa dimanfaatkan beberapa kepala keluarga di RW 11. Untuk wilayah lainnya, pihaknya mengupayakan pemanfaatan mata air dengan bantuan pompa mesin.

"Warga yang dipulangkan sudah memiliki pasokan air, meski saat ini baru tersedia satu titik. Ke depan direncanakan ada 10 titik sumur. Untuk sementara, warga diminta menggunakan air secara hemat," ujarnya.

3. Berbagai bantuan terus masuk

Pemberian bantuan oleh Indosat ke Desa Pasirlangu yang terdampak longsor. IDN Times/Istimewa

Berbagai bantuan pun masih masuk untuk warga terdampak longsor. BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak dengan menyalurkan berbagai bantuan seperti sembako, survival kit, obat-obatan, dan pakaian bagi warga terdampak.

Bantuan disalurkan langsung oleh Relawan BRI Peduli melalui unit kerja BRI terdekat di wilayah terdampak bencana. Relawan BRI Peduli juga saling bahu-membahu turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan memprioritaskan warga yang terdampak lebih parah. Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan, BRI sebagai bagian dari Danantara berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah.

“Kami memastikan masyarakat terdampak longsor di Cisarua Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka dan mempercepat pemulihan pascabencana,” kata Dhanny.

Selain itu juga ada dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui program Indosat SIGAP yang menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Pasirlangu pada Kamis (29/1). Penyaluran bantuan dilakukan melalui Posko Desa Pasirlangu dengan koordinasi bersama BPBD, pemerintah daerah, serta mitra terkait.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap santap, air minum, alas tidur, popok bayi, serta perlengkapan kebersihan diri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Selain menyalurkan bantuan logistik, Indosat juga memastikan kehadiran dan dukungan selama masa tanggap darurat. Hal ini dilakukan dengan menjaga keandalan layanan jaringan di wilayah terdampak dan sekitarnya.

EVP–Head of Circle Jakarta Raya (JAYA) Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, menyampaikan bahwa dalam situasi darurat masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan fisik.

“Di saat seperti ini, masyarakat juga membutuhkan rasa aman dan kepastian untuk tetap terhubung. Melalui Indosat SIGAP, kami berupaya hadir dengan cepat dan memberikan dukungan yang relevan,” ujarnya.

Editorial Team