Ilustrasi tawuran. (IDN Times/ Aditya Pratama)
Peristiwa tawuran terjadi pukul 22.59 WIB. Saat itu, Lintang yang sedang berada di depan rumahnya tiba-tiba mendengar suara petasan yang diiringi ribut-ribut serta benturan bambu. Dia yang penasaran akhirnya melihatnya.
"Jadi suara petasan ini semacam isyarat bagi kedua kelompok masa untuk memulai tawuran. Karena setelah bunyi itu kedua kelompok masa langsung bentrok di sini," ucap Lintang.
Menurutnya, tawuran itu terjadi antara kelompok yang datang dari Timur dengan kelompok remaja yang datang dari Barat. Saat itu kelompok dari Timur terpantau lebih banyak, namun saat terjadi bentrok, masa dari Timur yang terlibat hanya sedikit. Salah satunya seorang pria yang membawa celurit. Meski begitu, pria yang membawa celurit terdesak karena dikeroyok oleh lima orang lebih masa yang datang dari Barat.
"Jadi peristiwanya cukup singkat. Setelah bentrok langsung membubarkan diri. Saya lihat sih gak ada yang terluka," tutur Lintang.