Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Udara Buruk Ditemukan di Tujuh Rumah Dekat Pabrik Kapur Cipatat
ilustrasi pencemaran sampah (IDN Times)
  • Pengukuran di 15 rumah sekitar pabrik kapur Cipatat menemukan tujuh rumah memiliki kadar PM10 dan PM2,5 di atas baku mutu, sehingga kualitas udaranya tergolong buruk.
  • Dinkes Bandung Barat belum menyimpulkan pabrik kapur sebagai sumber tunggal pencemaran, karena sebagian mesin tidak beroperasi saat pengukuran dan lalu lintas jalan raya turut berpotensi memengaruhi udara.
  • Dinkes KBB dan Jawa Barat menggelar pemeriksaan massal gangguan pernapasan di Padalarang-Cipatat, mencakup skrining TBC, spirometri, portable X-ray, serta pengukuran kualitas udara permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
25 Juli 2026

Dinkes Bandung Barat dan Dinkes Jawa Barat mulai menggelar pemeriksaan kesehatan gratis massal bagi warga yang diduga terdampak debu kapur di Padalarang dan Cipatat.

29 Juli 2026

Dinkes Bandung Barat menyatakan tujuh dari 15 rumah yang diukur di sekitar pabrik kapur Cipatat memiliki kadar PM10 dan PM2,5 di atas baku mutu. Hasil ini belum dapat memastikan sumber pencemaran berasal dari industri batu kapur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengukuran di 15 rumah RW 22 wilayah kerja Puskesmas Cipatat menemukan tujuh rumah memiliki kadar PM10 dan PM2,5 di atas baku mutu, sehingga kualitas udara dikategorikan buruk.
  • Who?
    Dinkes Bandung Barat, Dinkes Jawa Barat, Puskesmas Cipatat, puskesmas lain, rumah sakit, dan warga Kecamatan Cipatat serta Padalarang terlibat dalam pengukuran dan pemeriksaan kesehatan.
  • Where?
    Pengukuran dilakukan di permukiman sekitar pabrik pengolahan batu kapur, terutama 15 rumah di RW 22 wilayah kerja Puskesmas Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Hasil pengukuran disampaikan pada Rabu, 29 Juli 2026. Pemeriksaan kesehatan gratis massal bagi warga di Padalarang dan Cipatat dimulai sejak Sabtu, 25 Juli 2026.
  • Why?
    Kajian lanjutan diperlukan karena sumber utama pencemaran debu belum ada kepastian; saat pengukuran tidak seluruh mesin pabrik beroperasi dan permukiman berada dekat jalan raya.
  • How?
    Puskesmas mengukur kadar debu di rumah warga. Pemeriksaan kesehatan dilakukan melalui CKG, tracing TBC, kuesioner PUMA, spirometri, TCM, dan portable X-ray yang disiapkan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Cipatat, udara di tujuh dari 15 rumah dekat pabrik kapur ternyata kotor dan tidak baik. Debu ini bisa bikin orang sakit napas. Tapi belum tahu pasti debunya dari pabrik atau dari mobil di jalan. Sekarang petugas memeriksa kesehatan warga dan mengukur udara lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat pemerintah dan tenaga kesehatan terlihat melalui pemeriksaan gratis yang menjangkau warga di Padalarang dan Cipatat, disertai skrining pernapasan, spirometri, serta portable X-ray. Pengukuran di rumah-rumah warga dan kajian lanjutan juga menunjukkan upaya untuk memahami sumber pencemaran secara cermat, sambil masyarakat aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak tujuh dari 15 rumah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki partikulat udara (Particulate Matter/PM) 10 dan PM2,5. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat menyatakan, angka tersebut di atas baku mutu, dan kualitas udara dalam kategori buruk.

Kondisi udara yang buruk itu, nantinya akan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Angka cemaran udara tersebut diketahui Dinkes Bandung Barat berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Puskesmas Cipatat di kawasan permukiman yang berada di sekitar pabrik pengolahan batu kapur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan hasil pengukuran tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan sumber pencemaran berasal dari aktivitas industri pengolahan batu kapur.

"Jadi hasil tersebut belum dapat langsung disimpulkan berasal dari satu sumber tertentu, karena pada saat pengukuran tidak seluruh mesin pabrik beroperasi dan lokasi permukiman juga berdekatan dengan jalan raya," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).

1. Pemerintah turut mengecek kesehatan warga sekitar pabrik

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Menurut Lia, keberadaan lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi permukiman juga berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara saat pengukuran dilakukan. Karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui sumber utama pencemaran debu di wilayah tersebut.

Adapun Dinkes KBB bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah menggelar pemeriksaan kesehatan gratis secara massal bagi warga yang diduga terdampak pencemaran debu kapur di Kecamatan Padalarang dan Cipatat.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut mulai dilaksanakan sejak Sabtu (25/7/2026) dengan melibatkan sejumlah puskesmas, rumah sakit, serta dukungan tenaga kesehatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pemeriksaan dilakukan melalui tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dilengkapi pemeriksaan kesehatan saluran pernapasan menggunakan kuesioner PUMA, spirometri, hingga pemeriksaan penunjang dengan portable X-ray," kata Lia.

2. Cek kesehatan melibatkan Dinkes Provinsi Jabar

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Untuk menunjang pelaksanaan pemeriksaan, pemerintah menyiapkan lima unit portable X-ray. Sebanyak tiga unit merupakan bantuan pinjaman dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan dua unit lainnya milik Dinkes KBB.

Empat unit portable X-ray ditempatkan di Puskesmas Jayamekar, Tagogapu, Sumur Bandung, dan Cipatat. Sementara satu unit lainnya disiagakan sebagai cadangan guna mengantisipasi kebutuhan pemeriksaan tambahan di lapangan.

Pelaksanaan CKG mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang datang tidak hanya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga mengikuti skrining gangguan pernapasan yang disediakan petugas kesehatan.

3. Ada ratusan warga diduga terdampak pabrik pengolahan batu kapur

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Di Puskesmas Sumur Bandung, tercatat sebanyak 136 warga mengikuti CKG sekaligus mengisi kuesioner PUMA. Dari jumlah tersebut, lima warga menjalani pemeriksaan spirometri dan delapan orang menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari RSD Sidawangi.

Sementara di Puskesmas Jayamekar, sebanyak seratus warga mengikuti CKG. Sebanyak 24 orang menjalani skrining menggunakan kuesioner PUMA dan 23 orang mengikuti pemeriksaan spirometri dengan dukungan dari RS Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat.

"Tak hanya memeriksa kondisi kesehatan warga saja, tim juga melakukan pengukuran kualitas udara di lingkungan permukiman. Sebanyak 15 rumah di RW 22 wilayah kerja Puskesmas Cipatat menjadi lokasi pengukuran kadar debu," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article