Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tujuh Warga Sukabumi Tertimbun Longsor, Empat Belum Ditemukan

Tujuh Warga Sukabumi Tertimbun Longsor, Empat Belum Ditemukan
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin saat tinjau lokasi bencana di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
Share Article

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Bencana longsor di Kabupaten Sukabumi terjadi setelah cuaca ekstrem melanda selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, tujuh warga tertimbun material longsor, dengan tiga ditemukan meninggal dunia dan empat lainnya masih hilang.

Kabar itu disampaikan oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin saat melakukan peninjauan lokasi bencana pergerakan tanah di Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

"Kita terus update. Tiga korban ditemukan meninggal dunia, sementara empat masih dalam pencarian," kata Bey kepada awak media, Kamis (5/12/2024).

1. Empat korban masih tertimbun longsor

Pencarian korban longsor di Gegerbitung Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
Pencarian korban longsor di Gegerbitung Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena mengatakan, total ada tujuh warga yang tertimbun longsor. Tiga korban sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Ketiga warga yang meninggal dunia yaitu satu warga Kecamatan Simpenan dan dua warga Kecamatan Tegalbuleud.

Empat warga yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian berada di Kecamatan Tegalbuleud, Kecamatan Pabuaran, dan Kecamatan Gegerbitung.

"Sama semua longsor. Yang empat masih, dua Tegal Buleud, yang dua lagi informasi dari camat Pabuaran satu hilang Pabuaran. Kemudian yang satu lagi Gegerbitung yang sedang penanganan," kata Deden.

2. Kerusakan dan dampak meluas

Pj Gubernur Jabar Bey saat meninjau lokasi bencana di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
Pj Gubernur Jabar Bey saat meninjau lokasi bencana di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat ada sebanyak 98 rumah mengalami kerusakan. Di antaranya 85 rusak ringan, 12 rusak sedang, dan 15 rusak berat.

Banjir juga merendam 455 rumah dan mengancam 90 lainnya. Tak hanya itu, 34 hektare sawah ikut terdampak, bersama 21 fasilitas umum lainnya. Kemudian, 180 KK dengan 461 jiwa terdampak. Di sisi lain, sebanyak 96 KK 247 jiwa terpaksa mengungsi.

"Kami rapat di dalam, yang pertama fokus pada evakuasi warga, yang kedua fokus kepada transportasi yang terputus oleh longsor dan ada beberapa jalan yang jembatannya terputus dan ketiga logistik," kata Bey.

3. Korban akan dapat bantuan

Korban yang mengungsi di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
Korban yang mengungsi di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Pada kesempatan tersebut, Bey juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui BNPB akan memberikan stimulus bagi korban dengan kondisi rumah hunian yang rusak.

"Bantuan untuk rumah yang rusak berat sebesar Rp60 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak ringan Rp15 juta, dengan syarat melalui assessment lebih lanjut," ucap Bey.

Meskipun puncak musim hujan telah diprediksi, Bey mengungkapkan bahwa intensitas hujan kali ini lebih tinggi dari yang biasanya terjadi.

"Puncaknya diperkirakan akan terjadi pada Januari 2025, jadi kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap curah hujan yang tinggi," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Fatimah
EditorSiti Fatimah

Latest News Jawa Barat

See More

Komnas Perempuan Sebut Kasus YTR Femisida Paling Ekstrem

27 Jun 2026, 18:42 WIBNews