Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Datangi Lokasi Bencana Alam Sukabumi, Bey Beri Tiga Catatan Penting

Datangi Lokasi Bencana Alam Sukabumi, Bey Beri Tiga Catatan Penting
(Humas/Pemprov Jabar)
Share Article

Bandung, IDN Times - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau sejumlah titik lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/12/2024). Hasilnya ada tiga catatan penting yang harus diterapkan oleh pemerintah daerah.

Diketahui, Bey meninjau kawasan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi yang menjadi titik paling parah. Ia mengatakan, paling penting yang harus diperhatikan beberapa di antaranya seperti evakuasi warga akses transportasi.

"Pertama fokus pada evakuasi warga, fokus pada transport (akses) yang terputus oleh longsor, karena ada beberapa jembatan dan jalan yang putus," kata Bey.

1. Harus ada posko utama

(Humas/Pemprov Jabar)
(Humas/Pemprov Jabar)

Kemudian, fokus ketiga adalah penyaluran bantuan dan logistik ke daerah yang terisolir akibat putusnya akses akan dilakukan melalui jalur laut. Menurutnya hal ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk jangka pendek saat ini.

Pemprov Jabar bersama BNPB juga sepakat mendirikan posko utama penanggulangan bencana di Pelabuhan Ratu.

"Untuk akses yang terputus lewat kapal, bisa dilakukan. Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, harus ada posko utama. Agar semua bantuan terkoordinasi, tadi saran Deputi BNPB, jadi semua terkontrol dengan baik," ujarnya.

2. Bantuan terhadap rumah rusak harus dilakukan

(Humas/Pemprov Jabar)
(Humas/Pemprov Jabar)

Bey memastikan meski sudah tidak terjadi banjir susulan, pemerintah tetap mengutamakan keselamatan warga. Karena itu saat ini warga diminta untuk tetap tinggal di pengungsian sambil menunggu hasil kajian PVMBG terkait lokasi pergerakan tanah di Cikembar.

"Apakah lokasi itu sudah tidak layak dihuni, kalau tidak layak harus direlokasi. Kalau (ditetapkan) tanggap darurat, sesuai aturan BNPB yang rusak berat diganti Rp50 juta, sedang Rp30 juta, rusak ringan Rp10 juta dengan assesment," katanya.

3. Ada keterlambatan update data karena listrik dipadamkan

Kondisi pergerakan tanah di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)
Kondisi pergerakan tanah di Sukabumi (IDN Times/Istimewa)

Pemprov Jabar juga meminta Bupati Sukabumi Marwan Hamami untuk lebih masif mengingatkan warganya terutama yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada. Mengingat saat ini terjadi pergeseran puncak musim hujan yang intensitas tingginya akan terjadi pada Januari 2025.

Bey mengakui, dampak dari bencana ini membuat aliran listrik 138.000 pelanggan terputus. Akibatnya data terkait korban bencana terlambat karena saluran komunikasi terputus akibat listrik mati. Saat ini menurut laporan PLN, 57.000 pelanggan sudah bisa kembali menikmati listrik.

"Yang tidak bisa tersambungkan karena ada jalan yang tidak bisa ditempuh oleh PLN. Jadi data memang agak terhambat, kami akan update lewat Posko Utama Pelabuhan Ratu," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

DPRD Jabar Kutuk Aksi Bejad Taufik Hidayat, Minta Dihukum Maksimal

28 Jun 2026, 03:53 WIBNews