Transaksi QRIS Ciayumajakuning Rp3,58 Triliun, Cirebon Dominan hingga 54,14 Persen

- Transaksi QRIS di Ciayumajakuning tembus Rp3,58 triliun dalam dua bulan awal 2026, menunjukkan lonjakan signifikan dan peningkatan nilai transaksi per pengguna.
- Kota Cirebon mendominasi 54,14% total volume transaksi QRIS, menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi digital kawasan meski masih ada kesenjangan antarwilayah.
- Bank Indonesia menilai kenaikan transaksi QRIS mencerminkan penguatan ekonomi digital daerah serta berkomitmen memperluas inklusi dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai.
Cirebon, IDN Times - Kinerja transaksi digital melalui QRIS di wilayah Ciayumajakuning menunjukkan lonjakan signifikan pada awal 2026. Sepanjang Januari–Februari 2026, volume transaksi tercatat mencapai 41,88 juta transaksi dengan nilai nominal menembus Rp3,58 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan percepatan adopsi sistem pembayaran non-tunai di masyarakat, khususnya melalui QRIS dan uang elektronik.
“Peningkatan ini menunjukkan masyarakat semakin terbiasa menggunakan kanal pembayaran digital dalam berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya di Kota Cirebon, Senin (6/4/2026).
1. Lonjakan volume dan nilai transaksi

Secara kumulatif, volume transaksi QRIS di wilayah Ciayumajakuning mencapai 41,88 juta transaksi hanya dalam dua bulan pertama 2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten dibandingkan periode sebelumnya, seiring meluasnya penggunaan QRIS di sektor ritel, UMKM, hingga layanan jasa.
Dari sisi nominal, nilai transaksi juga mengalami peningkatan signifikan. Pada Februari 2026, nilai transaksi bulanan tercatat sekitar Rp1,80 triliun, naik dari kisaran Rp515 miliar pada awal periode pengamatan.
Secara tren, nominal transaksi terus bergerak naik sepanjang 2025 hingga awal 2026, meskipun sempat mengalami fluktuasi pada beberapa bulan.
Rengganis menilai kenaikan nominal yang lebih cepat dibandingkan volume mengindikasikan peningkatan nilai transaksi per pengguna.
“Ini menunjukkan QRIS tidak hanya digunakan untuk transaksi kecil, tetapi mulai digunakan untuk pembayaran dengan nilai yang lebih besar,” katanya.
2. Kota Cirebon kuasai lebih dari separuh transaksi

Dari sisi sebaran wilayah, Kota Cirebon menjadi kontributor terbesar transaksi QRIS di Ciayumajakuning dengan pangsa mencapai 54,14% dari total volume transaksi.
Sementara itu, wilayah lain mencatat kontribusi yang lebih kecil, yakni Kabupaten Indramayu sebesar 18,52%, Kabupaten Majalengka 9,79%, Kabupaten Kuningan 9,44%, dan Kabupaten Cirebon 7,11%.
Dominasi Kota Cirebon mencerminkan perannya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan tersebut, sekaligus wilayah dengan tingkat adopsi teknologi digital yang relatif lebih tinggi.
Meski pertumbuhan transaksi digital menunjukkan tren positif, Bank Indonesia mencermati adanya ketimpangan distribusi penggunaan QRIS antarwilayah. Perbedaan kontribusi antara Kota Cirebon dan kabupaten lain menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses dan pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Menurut Rengganis, perlu upaya lanjutan untuk mendorong pemerataan adopsi QRIS, khususnya di wilayah kabupaten yang kontribusinya masih di bawah 10%.
"Penguatan edukasi, perluasan merchant, dan dukungan infrastruktur menjadi kunci untuk mempercepat inklusi keuangan digital di seluruh wilayah,” ujarnya.
3. Indikator penguatan ekonomi digital

Peningkatan transaksi QRIS dinilai menjadi indikator penting penguatan ekonomi digital di daerah. Dengan total nilai mencapai Rp3,58 triliun dalam dua bulan, perputaran ekonomi melalui kanal digital di Ciayumajakuning menunjukkan potensi yang besar.
Bank Indonesia memandang tren ini sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi transaksi, transparansi ekonomi, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui integrasi sistem pembayaran digital.
“Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar ekosistem pembayaran digital semakin kuat dan merata,” kata Rengganis.



















