Vietnam Siapkan Bursa Kripto Teregulasi, Investor Global Masuk

- OKX Ventures dan HashKey Capital resmi menjadi investor strategis CAEX, membantu memenuhi modal dasar US$380 juta untuk program pilot perdagangan kripto nasional Vietnam.
- Pemerintah Vietnam tengah menyusun kerangka regulasi komprehensif aset digital dengan batas kepemilikan asing 49% dan fokus pada transparansi serta keamanan ekosistem kripto.
- Investasi global di CAEX mencerminkan ekspansi industri kripto ke Asia Tenggara, menjadikan Vietnam pasar strategis dengan pertumbuhan pengguna aset digital yang pesat.
Bandung, IDN Times - Vietnam mulai menunjukkan langkah serius dalam membangun ekosistem perdagangan aset digital yang lebih terstruktur. Salah satunya melalui pengembangan Vietnam Prosperity Crypto Asset Exchange Joint Stock Company (CAEX), sebuah bursa kripto yang tengah disiapkan untuk mengikuti program pilot perdagangan aset digital nasional.
Baru-baru ini, dua investor global yakni OKX Ventures dan HashKey Capital resmi menandatangani perjanjian investasi untuk bergabung sebagai mitra strategis CAEX. Kehadiran keduanya menambah jajaran pemegang saham yang sebelumnya telah diisi oleh VPBank Securities (VPBankS) dan perusahaan teknologi LynkiD.
Investasi tersebut menjadi bagian dari upaya CAEX memenuhi persyaratan modal dasar yang ditetapkan pemerintah Vietnam. Dalam program pilot perdagangan aset kripto nasional, operator bursa diwajibkan memiliki modal minimal sebesar VND 10 triliun atau sekitar US$380 juta.
Langkah ini juga menandai kolaborasi antara kekuatan finansial dan teknologi domestik dengan pengalaman global di bidang aset digital. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi ekosistem kripto yang aman dan teregulasi di Vietnam.
1. Kolaborasi investor global untuk memperkuat fondasi CAEX

Masuknya OKX Ventures dan HashKey Capital sebagai investor strategis memperkuat struktur kepemilikan CAEX yang sebelumnya didukung oleh VPBank Securities dan LynkiD. Kedua investor global tersebut akan berkontribusi dalam penyetoran modal yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Langkah ini memungkinkan CAEX memenuhi ambang batas modal dasar sebesar US$380 juta yang disyaratkan dalam program pilot perdagangan kripto nasional Vietnam. Program ini dirancang pemerintah untuk membangun infrastruktur perdagangan aset digital yang lebih transparan dan sesuai standar internasional.
Selain penyertaan modal, para mitra strategis juga akan berkontribusi pada berbagai aspek operasional, mulai dari pengembangan infrastruktur teknis, sistem keamanan siber, hingga manajemen risiko dan konektivitas likuiditas.
Chairman dan CEO CAEX, Nguyen Hong Trung, menilai kemitraan ini menjadi langkah penting dalam membangun platform perdagangan kripto yang terpercaya. “Kami yakin kerja sama dengan OKX Ventures dan HashKey akan memungkinkan CAEX untuk mengakses dan mengoperasikan platform perdagangan aset kripto yang sesuai dengan standar internasional,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (9/4/2026).
2. Vietnam mulai membangun kerangka regulasi kripto

Perkembangan CAEX tidak lepas dari langkah pemerintah Vietnam yang tengah menyusun kerangka regulasi komprehensif untuk aset digital. Program pilot perdagangan kripto nasional menjadi bagian dari strategi tersebut.
Dalam skema ini, setidaknya 65 persen modal dasar bursa harus berasal dari investor institusional seperti bank, perusahaan sekuritas, atau perusahaan teknologi. Sementara itu, kepemilikan asing dibatasi maksimal 49 persen untuk menjaga keseimbangan kontrol domestik.
Regulasi tersebut muncul di tengah tingginya adopsi kripto di Vietnam. Berdasarkan laporan Chainalysis 2025, negara ini menempati peringkat keempat secara global dalam indeks adopsi kripto, dengan lebih dari 20 juta pengguna aset digital.
Vice President OKX Global Markets, Netero Dai, menyebut Vietnam sebagai pasar yang sangat menarik bagi perkembangan industri kripto. “Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis untuk aset digital, dengan adopsi pengguna yang kuat dan langkah jelas menuju kerangka regulasi yang teratur,” katanya.
3. Dampak investasi terhadap ekosistem kripto Asia Tenggara

Investasi OKX Ventures dan HashKey Capital di CAEX juga mencerminkan strategi ekspansi perusahaan kripto global di kawasan Asia Tenggara. Wilayah ini dinilai memiliki pertumbuhan pengguna aset digital yang cukup pesat.
Indonesia, misalnya, menjadi salah satu pasar kripto terbesar di kawasan dengan jutaan pengguna aktif serta kerangka regulasi yang terus berkembang di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ekspansi ini juga dilakukan HashKey Group yang terus memperluas kehadirannya di Asia setelah menggalang dana sebesar US$206 juta melalui penawaran umum perdana (IPO) di papan utama Bursa Efek Hong Kong pada Desember 2025.
CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, melihat Vietnam sebagai pasar strategis bagi perkembangan perusahaan kripto yang teregulasi. “Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis dan berpotensi tinggi di Asia. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi generasi berikutnya dari perusahaan aset kripto yang sepenuhnya berlisensi,” ujarnya.


















