TMP Majalengka Tegaskan Tetap Mendukung Ganjar-Mahfud

Majalengka, IDN Times- Pengurus DPC Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Majalengka angkat bicara terkait adanya kader yang mengundurkan diri pada Selasa (16/1/2024). TMP memastikan jumlah yang mundur hanya sedikit orang saja.
Ketua DPC TMP Kabupaten Majalengka Sabungan Simatupang mengatakan, dalam peristiwa itu, hanya ada tiga orang pengurus TMP yang datang untuk menyerahkan rompi.
"Untuk jumlah,150 orang kader PDI, atau pun Kader TMP, itu saya katakan yang saya lihat dalam gambar teman-teman, hanya tiga orang pengurus TMP. Itu pun akan kami proses, kami keluarkan dari kepengurusan," kata Sabungan, saat jumpa media di DPC PDIP Majalengka, Kamis (18/1/2024).
1. TMP Majalengka tetap tegak lurus dukung Ganjar-Mahfud

Adanya tiga orang pengurus TMP yang mengundurkan diri itu, kata Sabungan, sama sekali tidak menggangu keputusan dalam Pemilu 2024 ini. TMP, jelas dia, tetap berada di barisan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
"Atas nama TMP, kalau ini membuat kegaduhan, saya mohon maaf. Taruna Merah Putih Majalengka saya tegaskan tegak lurus mendukung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi Presiden dan Wakil Presiden," ujar Sabungan.
Sabungan kembali memastikan, yang kemarin datang ke DPC PDIP hanya ada tiga orang yang diketahui sebagai pengurus TMP.
"Sekali lagi kami tegaskan, hanya ada tiga orang pengurus TMP. Yang lainnya bukan pengurus TMP. Yang saya lihat, yang dikembalikan itu rompi," ujarnya.
"TMP Majalengka tegak lurus dengan DPC PDIP. Siap perintah, siap melaksanakan seluruh tugas-tugas untuk pemenangan Pilpres, Pileg, dan pemenangan-pemenangan selanjutnya yang ditugaskan oleh partai kepada Taruna Merah Putih."
2. Tidak ada pemberitahuan

Sabungan mengaku, sebagai Ketua DPC TMP ia tidak menerima pemberitahuan terkait rencana pengembalian atribut TMP itu.
"Saya sebagai Ketua TMP tidak mengetahui, dan tidak ada pemberitahuan," ujarnya.
Senada, Ketua DPC PDIP Majalengka Karna Sobahi mengaku kaget dengan cara yang dilakukan sebagian pengurus TMP itu. Mereka datang ke DPC PDIP tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Setelah melihat foto, video, saya lebih kaget lagi, karena dengan suara tidak beraturan, masuk ruangan ketua DPC tanpa izin. Yang terima kan cuma staf, gak ada pengurus DPC, dan menyerahkan (atribut) begitu saja. Ini kan tanpa etika dan tata krama, sehingga timbul di balik semua itu, ada apa ini?" kata Karna.
Dalam kesempatan itu, Karna membandingkan apa yang dilakukan sebagian pengurus TMP itu dengan Maruarar 'Ara' Sirait. Karna mengaku, ia memang sempat dihubungi Ara untuk pamit dari PDIP.
"Saya diberitahu oleh Bang Ara 'Pak Ketua DPC saya mohon izin, saya pamit dari PDIP' kan begitu baik. Dia datang dan pamit untuk undur diri dari PDIP, menurut saya cara inilah yang paling elegan," ujarnya.
Disinggung langkah yang akan diambil, Karna menjelaskan DPC akan menyampaikan laporan kepada DPP, terkait mundurnya beberapa pengurus TMP itu.
3. Salah alamat mendatangi DPC PDIP

Politikus senior PDIP Sutrisno menegaskan, yang dilakukan beberapa orang pengurus DPC TMP itu salah alamat. Mereka tidak mengindahkan etika saat mendatangi kantor DPC PDIP.
"Tidak memberikan pemberitahuan. Mestinya kan diserahkan identitas, KTA. Diserahkannya ke DPC PDIP, mestinya kan ke TMP. Baru TMP menyampaikan ke DPC (PDIP)," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga menegaskan bahwa mereka bukanlah kader. "Yang hadir kan bukan kader TMP, bukan kader partai. Kalau kader, yang diserahkan kan identitas, bukan rompi. Kalau rompi kan bisa dibeli di mana-mana. Saya pastikan, di Majalengka partai kondusif," kata anggota DPR RI dari fraksi PDIP itu


















