Tim SAR Temukan Korban Hilang di Waduk Cirata

Purwakarta, IDN Times - Tim Search And Rescue (SAR) akhirnya menemukan korban hilang tenggelam di Waduk Cirata, Minggu(21/8/2022), dini hari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilaporkan hilang pada Sabtu(20/8/2022).
“Pukul 02.30 WIB dini hari tadi nelayan setempat dan keluarga korban menemukan korban dengan kondisi mengambang dalam keadaan meninggal dunia,” kata Komandan Tim Rescue A Rafik.
Dia mengatakan, lokasi penemuan korban berada di sekitar LKP (Last Known Position). Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB keluarga korban berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan di lapangan untuk mengabarkan korban yang sudah dievakuasi ke rumah duka.
1. Tim SAR sempat gunakan teknologi tinggi cari korban

Sebelumnya, korban bernama Enang Rijal (24) dilaporkan terjatuh dari perahu mesin miliknya. Kejadian itu diduga ketika korban tengah mengambil ikan di waduk Cirata Blok Kebon Buah Desa Kamurang, Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur.
Pencarian pun dilakukan oleh tim SAR gabungan sepanjang Sabtu (20/8/2022) kemarin menggunakan peralatan berteknologi tinggi. Selain menggunakan alat bernama aqua eye, Kantor SAR Bandung juga mengerahkan Under Water Search Device (UWSD).
2. Alat UWSD hingga penyelam belum menemukan korban

UWSD adalah alat yang dapat mendeteksi objek yang berada di air menggunakan pipa panjang yang dirangkai. Sehingga, sonarnya bisa dimasukkan ke dalam air dan akan terbaca di layar monitor.
“Saat melakukan upaya pencarian menggunakan UWSD, terdeteksi kedalaman air mencapai 53 meter,” kata A Rafik menjelaskan tim SAR juga melakukan upaya penyelaman dengan menurunkan dua personel di lokasi kejadian.
Menurutnya, penggunaan alat itu bisa di perahu atau kapal yang bisa bergerak. Adapun, objek yang terdeteksi bisa ikan, kayu atau benda lainnya. Saat terdeteksi objek yang diduga korban maka timnya pun akan melakukan penyelaman namun hingga Sabtu sore mereka tidak juga menemukan korban.
3. Aqua eye bisa mendeteksi korban hingga 50 meter

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril mengaku langsung mengirimkan satu tim rescue untuk melakukan pencarian korban di lokasi. Jumaril juga menginstruksikan tim melakukan pencarian menggunakan teknologi Aqua Eye.
“Aqua eye merupakan salah satu peralatan canggih milik Basarnas yang difungsikan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah air melalui sonar/radar yang dimiliki alat tersebut,” kata Jumaril menjelaskan jangkauan alat bisa digunakan hingga kedalaman 20-50 meter.
Penggunaan aqua eye oleh personel ialah dengan turun langsung ke permukaan air. Alat tersebut bisa menjangkau pendek hingga maksimal berjarak 50 meter di kedalaman air.


















