Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor di Sukabumi, Dua Rumah Rusak Satu Warga Meninggal Dunia

Longsor di Sukabumi, Dua Rumah Rusak Satu Warga Meninggal Dunia
Longsor di Sukabumi (dok IDN Times)
Intinya Sih
  • Longsor di Sukalarang, Sukabumi menimpa dua rumah dan menewaskan Apni Novianti, buruh pabrik sepatu yang ditemukan tertimbun di kamar mandi rumahnya.
  • BPBD menyebut longsor dipicu hujan deras berkepanjangan yang menyebabkan tebing setinggi delapan meter runtuh dan menimpa permukiman warga.
  • Pihak BPBD mengimbau warga sekitar tebing tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta memprioritaskan keselamatan sambil menunggu proses evakuasi material selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Bencana longsor terjadi di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026) petang. Dua unit rumah di Kampung Griya Sukamaju, Desa Sukamaju, tertimbun material tanah, menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Apni Novianti (29 tahun), perempuan yang ditemukan dalam kondisi tertimbun di dalam rumahnya. Sehari-harinya, Apni bekerja sebagai buruh pabrik sepatu.

1. Korban ditemukan tertimbun di kamar mandi

IMG_3288.jpeg
TKP longsor di Sukabumi (dok IDN Times)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan korban ditemukan di dalam kamar mandi rumahnya saat proses evakuasi berlangsung.

“Informasinya satu orang meninggal dunia, berjenis kelamin perempuan. Korban ditemukan di kamar mandi dalam posisi tertimbun,” kata Eki.

Ia menjelaskan, korban diduga berada di rumah lebih awal dari biasanya. Berdasarkan informasi, aktivitas produksi di tempat kerjanya sedang menurun dalam beberapa hari terakhir.

“Biasanya pada jam segitu belum pulang, tapi dua hari ini karena produksi berkurang, jadi korban pulang lebih cepat,” ujarnya.

2. Longsor dipicu hujan deras dan tebing dekat permukiman

IMG_3272.jpeg
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Eki (IDN Times/Siti Fatimah)

BPBD menyebut longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama. Tebing setinggi sekitar 8 meter dan panjang 10 meter di belakang rumah warga longsor dan menimpa bangunan.

“Informasi sementara akibat tebing yang ada di belakang rumah yang sangat berdekatan. Ini nanti akan kita mitigasi,” kata Eki.

Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar tebing agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun.

“Kami mengimbau kepada warga yang rumahnya berdekatan dengan tebing, apabila terjadi hujan agar diwaspadai, bahkan kalau perlu ditinggalkan sementara,” ungkapnya.

3. Warga diminta waspada

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Mardya Shakti)

Meski saat ini memasuki masa peralihan ke musim kemarau, kondisi cuaca masih tidak menentu. Hujan deras diprediksi masih terjadi hingga akhir April.

“Imbauannya tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu ini. Kita harus mengutamakan keselamatan masyarakat dan mengikuti arahan petugas,” kata Eki.

Saat ini, material longsoran dilaporkan masih belum seluruhnya dievakuasi. BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak berupa material bangunan untuk penanganan dampak bencana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More