Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tenaga Medis Wafat Tangani Corona, Pemprov Jabar Bakal Beri Rp300 Juta

Tenaga Medis Wafat Tangani Corona, Pemprov Jabar Bakal Beri Rp300 Juta
Ilustrasi tenaga medis (Instagram/@andreadianbimo)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap para tenaga kesehatan yang bekerja dalam menangani pasien virus corona atau COVID-19. Penghargaan itu berupa pemberian uang insentif bagi seluruh tenaga medis yang terlibat, khususnya kepada mereka yang meninggal dunia saat menjalankan tugas karena terpapar COVID-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daud Achmad mengatakan, besaran tunjangan bagi tenaga kesehatan akan bervariasi. Para tenaga medis akan diklasifikasikan sesuai dengan tugasnya. Khusus tenaga medis yang telah meninggal dunia akibat terpapar virus corona, Pemprov Jabar akan memberikan santunan hingga Rp300 juta.

“Insentifnya bervariasi. Perawat dengan dokter tidak sama. Angka pastinya belum (harus dikonfirmasi lagi). Tapi bisa sampai Rp600 ribu per hari paling tinggi,” kata dia, Senin (13/4).

1. Anggaran diambil dari APBD

pixabay.com/EmAji
pixabay.com/EmAji

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun sudah menyiapkan anggaran dari APBD untuk santunan kepada para tenaga kesehatan dan medis yang gugur dalam menangangi pasien COVID-19.

“Sesuai dengan apa yang digariskan pemerintah pusat, santunan ada. Kita juga jaga-jaga di APBD dengan menganggarkan, besarannya Rp300 juta tenaga kesehatan yang meninggal karena COVID,” ucap Daud.

Sejak pandemi virus COVID-19 terjadi, per hari Senin (13/4) Sore, sudah ada 540 orang yang dinyatakan positif terpapar COVID-19. Dari jumlah itu, ada 43 yang meninggal dunia, sedangkan yang sembuh 13 orang.

Disinggung mengenai tenaga kesehatan yang meninggal dunia dari data tersebut, Daud mengaku belum mendapatkan data detilnya. Namun, ia menduga ada di antara mereka yang bertugas sebagai tenaga kesehatan.

“Saya belum (dapat data) yang 43 ini data detilnya. Kalau inisial dapat, tapi pekerjaannya tidak dapat (datanya). Jadi saya tidak menjawab apakah di sana termasuk dokter, tapi saya kira itu termasuk dokter,” terangnya.

2. Tambah fasilitas kesehatan

pixabay.com/Parentingupstream
pixabay.com/Parentingupstream

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menambah Rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien terkait COVID-19. Dari 34 rumah sakit rujukan yang kini beroperasi, akan ditambah hingga 105 rumah sakit.

"Rumah sakit rujukan di dari semula 34 rumah sakit, akan ditambah sampai 105 rumah sakit," ujarnya.

Selain menambah rumah sakit rujukan, pihaknya akan membuka beberapa fasilitas milik pemerintah untuk dialihfungsikan menjadi tempat isolasi pasien COVID-19. Ia mencontohkan BPKPSDM di Kota Cimahi, saat ini ada 33 orang yang menjalani isolasi.

“Yang masuk ke sana ada yang positif tapi tanpa gejala, kemudian ada juga yang positif tapi gejalanya paling rendah," pungkasnya.

3. Rumah sakit swasta yang akan tangani COVID-19 masih didata

unsplash/@ayahya09
unsplash/@ayahya09

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Berli Hamdani menuturkan, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Jabar. Harapannya semakin banyak rumah sakit yang bisa menangani COVID-19 karena sejauh ini jumlah pasien positif angkanya terus bertambah.

"Paling banyak nanti rumah sakit ada di Bodebek dan Bandung Raya," ujar Berli saat dihubungi.

Dia mengatakan, untuk data resminya memang belum ada. Pekan ini dinas kesehatan bakal melakukan asesmen bersama sejumlah konsultan untuk menilai rumah sakit mana yang memang layak dan mampu untuk ikut serta menangani COVID-19.

"Mudah-mudahan minggu ini atau paling lambat akhir bulan ini sudah operasional penuh," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debbie Sutrisno
EditorDebbie Sutrisno

Latest News Jawa Barat

See More

Demokrasi Kita Desak Pemkot Bandung Segera Benahi Sistem Angkot

28 Jun 2026, 15:20 WIBNews