Kasus Meningkat, 105 Rumah Sakit di Jabar Siap Tangani Pasien COVID-19

Bandung, IDN Times - Jumlah pasien yang terpapar virus corona jenis baru di Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus bertambah. Total sejak pandemi ini ada di Indonesia, sudah ada 450 orang yang terkonfirmasi positif sesuai domisili di Jabar.
Selain jumlah yang bertambah, persebarannya juga semakin masif di 27 kota/kabupaten yang ada di Jabar. Meskipun angka terbanyak masih ada di sekitar area Bodebek, dan Bandung Raya.
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad menuturkan, saat ini Pemprov Jabar terus berupaya menambah fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani COVID-19.
"Rumah sakit rujukan asalnya ada 34, akan ditambah sampai 105 rumah sakit," ujar Daud dalam konferensi pers, Senin (13/4).
1. Masih dalam proses pendataan

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Berli Hamdani menuturkan, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan sejumlah rumah sakit swasta yang ada di Jabar. Harapannya semakin banyak rumah sakit yang bisa menangani COVID-19 karena sejauh ini jumlah pasien positif angkanya terus bertambah.
"Paling banyak nanti rumah sakit ada di Bodebek dan Bandung Raya," ujar Berli saat dihubungi.
Dia mengatakan, untuk data resminya memang belum ada. Pekan ini dinas kesehatan bakal melakukan asesmen bersama sejumlah konsultan untuk menilai rumah sakit mana yang memang layak dan mampu untuk ikut serta menangani COVID-19.
"Mudah-mudahan minggu ini atau paling lambat akhir bulan ini sudah operasional penuh," kata dia.
2. Sudah lebih dari 1.000 orang terindikasi positif COVID-19 di Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut bahwa pemerintah provinsi sudah menyebarkan sekitar 27 ribu peralatan rapid test di 27 kabupaten/kota yang tersebar di Jabar. Dari angka tersebut, sekitar 1.000 warga diindikasikan positif terinfeksi corona.
"Sudah lebih dari 70 ribu alat tes rapid disebarkan dan ada 1.000-an yang positif rapid test," kata dia di Mapolda Jabar.
Dia menyebut, warga yang diindikasikan positif bakal menjalani tes lanjutan menggunakan metode swab atau PCR. Emil berharap hasil yang diperoleh melalui tes swab bakal berbeda dengan rapid test. Rapid test yang diadakan dibagi ke dalam tiga kategori yakni A, B, dan C.
"Sekarang sudah kita antrikan di swab tes mudah-mudahan hasilnya berbeda, dalam artian tidak positif," ungkap dia.
3. Pemprov Jabar tidak akan menutupi data apapun

Kalaupun nantinya hasilnya benar positif, lanjut Emil, pihaknya bakal menyampaikan ke publik tanpa ada yang ditutup-tutupi. Menurut dia, konsep penanganan corona di Jabar ialah kekompakan, proaktif, dan transparan.
"Kita akan menyampaikan ke publik apa adanya. Konsep dari kita kekompakan, pro aktif, kemudian transparan adalah kunci dari penanganan COVID-19 di Jabar," kata dia.


















