Bandung, IDN Times - Industri batu bara dinilai menghadapi tantangan yang lebih rumit dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dibanding sektor industri lain. Selain tuntutan pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, sektor ini juga masih memikul tanggung jawab menjaga ketahanan energi nasional.
Di tengah dorongan transisi energi, perusahaan tambang harus menyeimbangkan kebutuhan pasokan energi dengan biaya operasional yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuat implementasi ESG di sektor batu bara tidak bisa dilakukan secara instan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Bidang ESG and Good Mining Practice, Ignatius Wurwanto, menilai tantangan yang dihadapi industri saat ini sudah melampaui sekadar dilema biasa. Menurutnya, ada tiga tekanan besar yang harus dijalankan secara bersamaan.
Di sisi lain, perubahan regulasi dan tuntutan pasar global juga membuat perusahaan tambang perlu terus beradaptasi. Tidak sedikit pelaku industri yang masih melihat ESG sebagai kewajiban kepatuhan ketimbang strategi bisnis jangka panjang.
