Bandung, IDN Times – Kabar tak menyenangkan datang dari berbagai perusahaan teknologi rintisan (startup). Belakangan ini, tidak sedikit startup di Indonesia yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. Sedikitnya terdapat enam startup populer yang terpaksa mem-PHK karyawannya antara lain Tanihub, Zenius, LinkAja, Pahamify, JD.ID, dan MPL.
Nyatanya, gelombang PHK ini bukan hanya dialami oleh deretan startup Indonesia. Beberapa startup internasional juga melakukan PHK besar-besaran tahun ini seperti Netflix dan Robinhood.
Sejumlah perusahaan startup Indonesia juga tengah menghadapi permasalahan yang dikenal sebagai fenomena “bubble burst”. Dilansir dari berbagai sumber, fenomena ini merupakan kondisi bisnis yang cepat mengalami kenaikan namun cepat juga mengalami penurunan.
Fenomena bubble burst terjadi karena saat ini perusahaan startup sulit untuk mendapatkan pendanaan serta tidak mempunyai aset. Bagaimana tidak, banyak startup harus melakukan strategi bakar uang seperti promosi melalui televisi, baliho, digital, program cashback, hingga diskon besar–besaran, untuk mendapat respons yang baik dari market.
