Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Solusi Sampah, Farhan Berencana Tawarkan TPA Jelekong ke Investor

Solusi Sampah, Farhan Berencana Tawarkan TPA Jelekong ke Investor
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Dok. Pemkot Bandung
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Pemkot Bandung terus mencari solusi sampah, termasuk lewat program Gas Lah dengan 1.596 petugas yang fokus memilah sampah di TPS sebelum dikirim ke TPA.
  • Wali Kota Muhammad Farhan menilai TPA Jelekong berpotensi jadi solusi regional dan berencana menarik investor untuk pengembangan, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
  • Pemerintah pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup menyebut pembangunan akses jalan menuju TPA merupakan kewenangan Kementerian PUPR, sementara daerah perlu siapkan desain dan pembebasan lahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung masih terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan sampah. Sejumlah langkah penanganan kini masih dalam pengerjaan mulai dari merekrut anggota Gerakan Atasi Sampah dengan Langkah Hijau (Gas Lah) dan melancarkan upaya-upaya lainnya.

Dari program Gas Lah sendiri ada 1.596 petugas yang tugas utamanya untuk melakukan pemilahan sampah di TPS sebelum nantinya ke TPA. Namun, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan merasa ada solusi di TPA Jelekong untuk persoalan sampah Bandung Raya.

1. Akses menuju lokasi harus diperjuangkan

IMG-20260228-WA0040.jpg
(Humas/Pemkot Bandung)

Menurutnya, lahan TPA ini sudah tersedia, namun akses jalan menuju lokasi harus segera diperjuangkan. Mengenai pengembangan, kata dia, bisa dikerja samakan dengan pihak ketiga dan juga para investor.

"Lahannya ada, memang aksesnya mesti diperjuangkan dan harus diperjuangkan. Kalau diizinkan, saya akan kumpulkan beberapa teman untuk diskusi, mencari pelaku usaha yang bisa bantu kami berinvestasi ke sini," kata Farhan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau lahan Eks TPA Jelekong Kabupaten Bandung, Sabtu (28/2/2026).

2. Bisa menggunakan skema patungan pemerintah di Bandung Raya

IMG-20260228-WA0043.jpg
(Humas/Pemkot Bandung)

Farhan menyampaikan, skema pembiayaan sebenarnya telah tersedia melalui konsep pendanaan tertentu. Namun, untuk merealisasikannya, infrastruktur dasar seperti akses jalan harus dibangun secara paralel.

Farhan bahkan membuka opsi patungan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun akses baru dari Kilometer 151 langsung menuju kawasan TPA Jelekong.

"Kalau kami patungan bikin jalan akses masuk ke sini, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung pasti sama-sama untung. Benefit-nya jelas ada," ujarnya.

3. Kementerian Lingkungan Hidup tidak persoalkan akses masuk TPA Jelekong

IMG-20260228-WA0023.jpg
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH), Hanif Faisol Nurofiq (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Farhan mengungkapkan, produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari, sedangkan Kabupaten Bandung sekitar 1.800 ton per hari. Artinya, dua daerah ini saja sudah menghasilkan hampir 3.300 ton sampah setiap hari, dengan sekitar 80 persen masih dikelola menggunakan sistem open dumping.

"Kalau serius di sini, ini bisa jadi solusi bersama. Tapi memang harus didalami, tidak sesederhana itu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan pembangunan akses jalan sebenarnya menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum sesuai proses yang berjalan. Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyiapkan desain teknis serta pembebasan lahan.

"Kalau akses masuk ditugaskan ke Menteri PU untuk mendorong pembangunannya. Yang diperlukan nanti desain dan pembebasan tanahnya. Kalau pembangunan fisiknya, saya rasa tidak ada masalah," ujar Hanif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More