Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rute Bandung-Yogyakarta Bisa Pakai Susi Air, tapi Harganya Selangit

Rute Bandung-Yogyakarta Bisa Pakai Susi Air, tapi Harganya Selangit
Wings Air Tutup Penerbangan Bandung-Yogyakarta. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Wings Air resmi menutup rute Bandung–Yogyakarta karena minim peminat, sementara Susi Air masih melayani tiga kali seminggu dengan harga tiket mencapai Rp 1,9 hingga 2,3 juta.
  • Pihak Bandara Husein Sastranegara berharap peningkatan konektivitas udara dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi Bandung melalui layanan pesawat yang lebih besar di masa depan.
  • Asita menilai keterbatasan penerbangan ke Bandung menghambat arus wisatawan, padahal permintaan perjalanan udara tinggi dan kota ini layak dilayani banyak maskapai domestik maupun luar Jawa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Wings Air secara resmi menutup penerbangan dari Bandung menuju Yogyakarta per hari ini, Selasa (31/3/2026). Selain itu, rute penerbangan ke daerah lain termasuk Solo dan Semarang pun ditiadakan karena minimnya peminat.

Meski demikian, bagi masyarakat yang ingin menggunakan pesawat untuk pergi dari Bandung ke Yogyakarta masih ada maskapai Susi Air. Penerbangan ini hadir tiga kali dalam seminggu, yakni pada Senin, Rabu, dan Jumat.

Namun, masyarakat pun harus tahu bahwa harga tiket penerbangan ini cukup tinggi. Dari aplikasi Traveloka untuk penerbangan para Jumat, 3 April 2026, mencapai Rp 1,9 juta.

Selain harga yang mahal, ternyata penerbangan ini juga transit terlebih dulu ke Jakarta sebelum kemudian terbang ke Yogyakarta dengan durasi waktu 23 jam. Sedangkan untuk durasi yang hanya 4 jam 50 menit harga yang harus dibayar penumpang mencapai Rp 2,3 juta.

1. Wings Air awalnya optimistis, tapi akhirnya harus realistis

WhatsApp Image 2026-03-31 at 10.46.52 AM.jpeg
Wings Air Tutup Penerbangan Bandung-Yogyakarta. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelum pembukaan rute Bandung-Yogyakarta, Wings Air sangat yakin penerbangan ini banyak digunakan masyarakat. Bandung yang dikenal sebagai pusat pendidikan, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi Jawa Barat, dalam beberapa waktu terakhir mengalami keterbatasan akses udara. Kondisi tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, wisatawan, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin kembali berkunjung ke Kota Kembang.

“Pembukaan rute Yogyakarta–Bandung ini menjadi langkah Wings Air untuk menghadirkan kembali Bandung dalam peta konektivitas udara nasional melalui konsep penerbangan saling terhubung,” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin (261/1/2026).

Danang menjelaskan, rute ini tidak hanya melayani penerbangan langsung intra-Jawa, tetapi juga membuka akses ke Bandung dari lebih dari 10 kota lainnya di Indonesia melalui skema transit di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Melalui konektivitas ini, masyarakat dari Bali, Lombok, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Pekanbaru, Batam, Medan Kualanamu, hingga Padang dapat terhubung ke Bandung dengan perjalanan yang lebih ringkas dan efisien,” jelasnya.

2. Peningkatan konektivitas harusnya dorong wisatawan

WhatsApp Image 2026-02-13 at 10.52.46 AM (1).jpeg
Penerbangan pesawat Wings Air dari Bandung menuju Yogyakarta. Dok Diskominfo Bandung

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Husein Sastranegara Granito Wahyu menyampaikan optimisme, peningkatan konektivitas penerbangan dapat mendorong pariwisata serta memperkuat nilai ekonomi bagi masyarakat Kota Bandung.

“Kami berharap konektivitas di Kota Bandung dan Jawa Barat bisa meningkat. Ke depan kami ingin Kota Bandung bisa dilayani pesawat yang lebih besar sehingga konektivitas semakin baik dan berdampak pada peningkatan pariwisata serta nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

3. Asita sangat berharap Bandara Husein hidup kembali

WhatsApp Image 2026-03-31 at 10.46.53 AM (2).jpeg
Wings Air Tutup Penerbangan Bandung-Yogyakarta. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Daniel Guna Nugraha mengatakan, keterbatasan konektivitas penerbangan udara ke Kota Bandung selama ini menjadi salah satu penghambat utama arus wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Padahal, sebagai kota besar ketiga di Indonesia, Bandung memiliki potensi dan permintaan perjalanan udara yang sangat tinggi.

Londisi ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan saat ini. Ia menegaskan, penutupan dan terbatasnya penerbangan ke Bandung justru berbanding terbalik dengan tingginya minat kunjungan ke kota wisata tersebut.

"Sudah seharusnya sebagai kota besar ketiga di Indonesia, Bandung layak diterbangi banyak maskapai ke beberapa kota besar lainnya, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kendala lalu lintas wisatawan dari luar Jawa ke Kota Bandung adalah konektivitas penerbangan udara yang bisa dibilang tertutup atau dipaksakan tutup. Padahal, permintaannya sangat tinggi. Jangankan penerbangan mancanegara, penerbangan domestik pun sangat sulit," kata Daniel .

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More