Ridwan Kamil Tegaskan Jumlah Petani Milenial yang Sukses Lebih Banyak

Bandung, IDN Times - Progam Petani Milenial yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat ramai akibat unggahan kegagalan seorang petani yang membuatnya harus dikejar-kejar perbankan. Ridwan Kamil pun minta maaf atas kasus yang menimpanya.
Meski demikian, Emil menegaskan bahwa kegagalan seperti itu merupakan hal wajar. Karena dalam sebuah usaha tidak seluruhnya bisa mulus.
"Pada 2021 kan ada 1.100-an yang berhasil dan 500-an yang kurang berhasil. Ini kita koordinasikan agar presentase keberhasilannya lebih banyak," ujar Emil ditemui di Gedung Sate, Senin (13/2/2023).
1. Program ini bukan menggelar karpet merah

Dia pun memastikan bahwa program ini tidak seperti menggelar karpet merah di mana seseorang bisa langsung berhasil saat mengikuti kegiatannya. Program Petani Milenial justru mendorong orang untuk bekerja keras dan membangun hubungan dengan pihak lain, termasuk pembeli.
Dinamika selalu ada dalam perjalanannya sehingga kegagalan pasti bermunculan. Meski demikian, jumlah petani yang gagal lebih sedikit dibandingkan mereka yang berhasil dalam program ini.
"(gagal) Bukan karena sistemnya. Rata-rata ada dinamika dari luar yang sering kali force majeur, itulah kehidupan," ujarnya.
2. Loloskan 5.000 petani milenial baru pada 2022

Menurutnya, pada 2022 Pemprov Jabar telah merekrut sekitar 5.000 anak muda untuk ikut program ini. Mereka disaring dari sekitar 20 ribu yang ikut serta.
Emil akan memastikan akan jumlah petani yang sukses lebih tinggi dibandingkan pada 2021. Terlebih saat ini perekonomian mulai membaik di banyak sektor.
"Kawan-kawan yang berminat sekarang di bidang ekonomi, semua indikator di Jabar lebih bagus," kata dia.
3. Pemprov Jabar janji lindungi peserta petani milenial

Sebelumya, Pemprov Jabar berkomitmen melindungi dan mendampingi seluruh peserta program Petani Milenial hingga bisnisnya sukses dan membawa kesejahteraan bagi petani.
Kepala Biro Perekonomian Setda Jabar Yuke Mauliani Septina, sejak awal Pemdaprov Jabar telah mendampingi peserta program Petani Milenial, dimulai dari memberikan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas petani milenial.
Kemudian memberikan bantuan sarana produksi pertanian, memberikan bantuan pascapanen melalui bantuan pengemasan komoditas panen.
Pemprov Jabar juga memberikan sertifikasi halal dan membantu pengurusan Hak Kekayaan Intelektual untuk produk yang dijual, hingga pemasaran produk. Untuk permodalan, Pemprov Jabar memfasilitasi pembiayaan peserta petani milenial melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank bjb.
Dalam hal perkreditan ke bank bjb, offtaker bertindak sebagai penyerap komoditas sekaligus avalist atau penjamin, sehingga peserta Petani Milenial tak perlu mendaftarkan agunan apapun ke bank.
Secara umum, kata Yuke, program Petani Milenial benefitnya telah banyak dirasakan para peserta di seluruh Jabar.
"Program ini sangat potensial mengingat luas lahan Jabar dan SDM yang banyak. Namun memang terkadang kita menemui permasalahan eksternal yang di luar dugaan seperti perang Rusia - Ukraina," ujar Yuke.












![[QUIZ] Kalau Jadi Bos Baru Bandung Zoo, Apa yang Akan Kamu Benahi Duluan?](https://image.idntimes.com/post/20241018/whatsapp-image-2024-10-18-at-123343-3-6b9b5942a9c235fa7d2105cebe2c1178.jpeg)


![[QUIZ] Kalau Main ke Bandung, Kamu Tim Pasang CCTV atau Perbanyak Patroli? Tes di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250221/74d8625589cc9ba398a009804a1e2460-14e3ae5726d2ce7103630b3d71c8a0d0-42cdcc16f1d82ad53832ddeae0f128fa.jpg)

![[QUIZ] Status Darurat Sampah Bandung Belum Disetujui, Kamu Tim Farhan atau KDM?](https://image.idntimes.com/post/20250529/pexels-aomata-10143821-11zon-1b6d1cd853484267ae86171b72dde9ea-226300c4296eb659075ddfa0e54af138.jpg)
