Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ridwan Kamil: Boros Karbon Jadi Penyebab Polusi Tinggi Jabodetabek

Ridwan Kamil: Boros Karbon Jadi Penyebab Polusi Tinggi Jabodetabek
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Share Article

Bandung, IDN Times - Permasalahan polusi di wilayah Jabodetabek sangat kompeks. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Emil mengungkapkan, untuk menangani persoalan ini ada satu cara ampuh, yaitu mengurangi penggunaan karbon.

Menurutnya, kondisi warga di Jabodetabek saat ini sangat konsumtif dengan penggunaan kendaraan yang berbahan bakar fosil akan menghasilkan karbon. Dengan jumlah penduduk yang padat maka akan terjadi peningkatan polusi.

"Polusi di Jabodetabek saya dipanggil Pak Jokowi problemnya tidak satu. problemnya itu banyak, tapi saya rumuskan dengan satu kalimat karena gaya hidup kita hari ini boros karbon," ujar Emil di Indonesia Digital Conference 2023, Rabu (23/8/2023).

1. Pemerintah harus membuat kebijakan untuk mengurangi penggunaan karbon

ilustrasi nol emisi karbon. (airlines.iata.org)
ilustrasi nol emisi karbon. (airlines.iata.org)

Emil mengatakan, masyarakat saat ini harus mulai beradaptasi dengan kendaraan yang menggunakan bahan bakar listrik. Karena, teknologi ini akan turut mengurangi polusi di dalam perkotaan. Emil sendiri kini menggunakan mob dinas dengan teknologi listrik.

"Kalau mau selamat, harus hemat karbon, PLTU yang batubara harus geser ke energi terbarukan. Di Jabar sudah ada Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di waduk Cirata, Purwakarta. Ini supaya tidak boros karbon," ungkapnya.

2. Penggunaan kendaraan listrik harus didorong

Peresmian penggunaan kendaraan listrik sebagai mobil dinas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (dok. Kemenko Marves)
Peresmian penggunaan kendaraan listrik sebagai mobil dinas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. (dok. Kemenko Marves)

Para kepala daerah di Jabodetabek juga harus mencontohkan penggunaan kendaraan listrik. Menurutnya, jika pemimpin memberikan contoh, maka masyarakat perlahan akan meniru langkah baik ini. Pemprov Jabar sendiri kini ada beberapa OPD yang sudah menggunakan kendaraan listrik.

"Saya public figure yang pertama pakai mobil listrik, sudah dari tiga tahun lalu. Sebelum mobil listrik heboh-heboh, motor yang dikonversi juga sudah saya lakukan. Ini juga bagian dari digital transformasi," katanya.

3. Pemerintah harus merubah teknologi pembangkit listrik dengan energi terbarukan

Ilustrasi energi baru terbarukan (digitaltrends.com)
Ilustrasi energi baru terbarukan (digitaltrends.com)

Kemudian, solusi yang saat ini bisa diterapkan untuk mengurangi mobilitas massa dengan menerapkan sistem kerja dimana saja atau di rumah. Artinya, para pegawai pemerintahan bisa bekerja tanpa harus datang ke kantor menggunakan kendaraan yang berbahan fosil. Sehingga, polusi juga bisa semakin ditekan.

"Kalau mau beresin polusi Jabodetabek harus kita ubah pembangkit listrik batubaranya ke energi terbarukan, kita konversi eksisting fosil kendaraan, kita kurangi pergerakan dengan menerapkan work from home tidak hanya public sektor tapi juga private sektor," kata dia.

Lebih lanjut, Emil mengatakan, penting juga pemerintah dalam melakukan uji emisi dari penggunaan bahan bakar fosil yang mengakibatkan tingginya pencemaran polusi udara. Saat ini harus ada juga rekayasa cuaca.

"Karena ini musim kemarau berkepanjangan sehingga polusi Jakarta itu tidak turun ke bawah, karena enggak ada hujan yang muter-muter di situ," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil

Latest News Jawa Barat

See More

OVO Tembus 2,3 Juta Pengguna, Gen Z Makin Sering Simpan Uang di E-Wallet

17 Jun 2026, 19:27 WIBNews