Respons Dedi Mulyadi soal Tragedi Elf Masuk Jurang di Majalengka

- Kecelakaan maut mobil Elf di jalur Panjalu-Cikijing, Majalengka, menewaskan tujuh orang dari total 21 penumpang setelah kendaraan terjun ke jurang pada Senin malam, 23 Maret 2026.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban jiwa dan mengumumkan meninggalnya Ade Solihin sebagai korban ketujuh tragedi tersebut.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkab Majalengka dan Karawang memastikan seluruh korban selamat mendapat perawatan optimal hingga pulih serta memberikan dukungan bagi keluarga korban.
Bandung, IDN Times - Tragedi kecelakaan maut mobil Elf di jalur Panjalu-Cikijing, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, telah memakan korban jiwa. Hingga Kamis (26/3/2026) jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang.
Diketahui, kecelakaan yang terjadi pada Senin malam (23/3/2026) itu melibatkan kendaraan Isuzu Elf Microbus bernomor polisi Z-7012-CN yang mengangkut 21 orang penumpang. Kendaraan ini dilaporkan terjun ke jurang saat melintasi jalur rawan kecelakaan di kawasan tersebut.
1. Dedi Mulyadi sampaikan langsung ada korban jiwa tambahan

Korban terbaru yang meninggal dunia adalah Ade Solihin, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Artinya, total korban tewas kini mencapai tujuh orang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim telah mengikuti perkembangan penanganan kecelakaan tersebut. Dia juga menyampaikan langsung adanya korban baru dari peristiwa maut ini.
"Kami sampaikan sebuah informasi, Bapak Ade Solihin, korban kecelakaan maut di Cikijing, Majalengka, hari ini (pukul) 14.57 (WIB) meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya.
Adapun enam korban meninggal dunia telah lebih dulu terdata, yakni sopir Hasyim Adnan (47 tahun), warga Kabupaten Karawang, serta dua anak-anak, Ali (5 tahun) dan Nanda (1,5 tahun) asal Rengasdengklok. Tiga korban lainnya, Mala (35 tahun), Karwati (65 tahun), dan Desi (42 tahun), sempat dirawat di RSUD Talaga sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Cideres. Seluruh korban diketahui berasal dari Karawang.
2. Dedi Mulyadi sampaikan duka cita mendalam

Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Ia juga mendoakan seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya dan mendapat tempat di sisi Allah SWT," ucapnya.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, sebelumnya korban luka, termasuk Ade Solihin, direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung guna mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, kondisi berkata lain.
"Tetapi nasib berkata lain, hari ini Bapak Ade Solihin meninggalkan keluarga, saudara dan kerabatnya untuk selamanya. Dan jumlah korban menjadi bertambah, yang meninggal bukan enam orang tapi menjadi tujuh orang," ungkapnya.
3. Pemprov Jabar dipastikan merawat para korban
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan seluruh korban selamat mendapatkan perawatan optimal hingga pulih.
"Semoga yang dirawat segera disembuhkan dan keluarga diberikan ketabahan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Karawang, kami bersama-sama untuk merawat, menjaga sampai mereka sembuh dan kembali ke rumahnya masing-masing," kata Dedi.


















