Halaman Gedung Sate Bandung (Vecteezy.com/Jhon Paul)
Dadi meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa melakukan koordinasi yang lebih baik dengan legislatif, dan harus bisa membeberkan pentingnya pembangunan tersebut untuk apa.
Jangan sampai, kata Daddy turut menjadi perhatian publik seperti waktu pembangunan gapura candi di Gedung Sate.
"Saya kira dari sisi regulasinya harus dibenerinlah karena itu kaitannya dengan anggaran, yang kedua faktor estetika, karena heritage harus kami hitung betul. Kemarin kami baru pagar saja sudah ribut, saya kira harus ada argumentasi yang kuat terkait dengan besaran anggaran maupun soal fisiknya itu sendiri," kata dia.
Anggaran untuk penataan Plaza Gedung Sate kini sudah muncul di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Dalam laman tersebut tercantum anggaran proyek ini mencapai Rp15,82 miliar berasal dari APBD 2026 di bawah Biro Umum Pemprov Jabar.
Adapun rincian proyek penataan yang akan dilakukan di depan Gedung Sate ini meliputi pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp321,3 juta, dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar.
Proyek ini rencananya akan menyambungkan Gedung Sate dengan lapangan Gasibu yang berada di Jalan Diponegoro. Meski begitu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman memastikan masih belum mengetahui gambaran proyek ini akan seperti apa.
Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi memiliki keinginan untuk menggeser pusat upacara Hari Kemerdekaan dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate. Hal ini disampaikan seusai upacara HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025 lalu.
Menurut Dedi, selama ini Lapangan Gasibu dan Gedung Sate seperti terpisah, dan latar belakang kegiatan di Gasibu justru didominasi bangunan komersial di sekitarnya.
"Saya lihat hari ini kok terpisah banget antara Gasibu dan Gedung Satenya misah. Tapi Gedung Satenya tidak menjadi sentral dari upacara. Bahkan begitu bendera di atas berkibar, di samping benderanya Hotel Pullman, Itu kan penting," katanya.