Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terdampak Harga Plastik, Harga Minyakita di Jabar Naik Melebihi HET

Terdampak Harga Plastik, Harga Minyakita di Jabar Naik Melebihi HET
Ilustrasi Minyakita (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga Minyakita di Jawa Barat naik sedikit melebihi HET akibat kenaikan harga plastik yang memengaruhi proses pengemasan.
  • Disperindag Jabar memastikan pasokan Minyakita tetap aman dengan kuota rata-rata 23.000 liter per bulan, bergantung pada ekspor CPO nasional.
  • Pemerintah daerah memprioritaskan distribusi Minyakita ke pasar tradisional agar masyarakat menengah bawah tetap mendapat akses harga terjangkau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Harga Minyakita di Jawa Barat mengalami kenaikan harga selama beberapa hari kemarin. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menyebut hal ini terjadi karena tampak dari kenaikan harga plastik.

Meski mengalami kenaikan harga, Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan, ketersediaan minyak goreng rakyat kemasan ini dalam kondisi aman serta sesuai kebutuhan untuk masyarakat Jawa Barat.

"Pasokan sebenarnya Minyakita aman, kuota cukup sesuai kebutuhan Jawa Barat. Kesulitan di kemasan plastik, jadi agak terhambat kecepatannya. Tapi sekarang sudah bisa teratasi," kata Nining, Senin (13/4/2026).

1. Harga Minyakita ada yang sudah mencapai Rp15.900

IMG_20260127_100049.jpg
Minyak goreng merek MinyaKita dijual Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Nining pun membenarkan saat ini terdapat indikasi kenaikan harga Minyakita di pasar yang sedikit melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni, Rp15.700 per liter. Pemerintah Provinsi Jabar juga menemukan harga jual Minyakita berada di kisaran Rp15.800 hingga Rp15.900 per liter.

"Posisi naiknya enggak terlalu tinggi banget kalau dari HET Rp15.700. Kami lihat masih di angka Rp15.800 sampai Rp15.900 per liter. Kami mengindikasikan ini karena delay pasokan kemasan. Kami segera mengecek ke Bulog dan ID Food," ujarnya.

2. Stok Minyakita dipastikan aman untuk di Jabar

IMG-20260212-WA0071.jpg
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto memegang bungkus MinyaKita. (IDN Times/Dok Humas Bulog Jateng)

Adapun pasokan kuota Minyakita untuk Jawa Barat tidak bersifat tetap atau permanen setiap bulannya. Hal tersebut, kata Nining sudah sesuai dengan subsidi berbasis pada besaran ekspor Crude Palm Oil (CPO) secara nasional melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Hanya saja, rata-rata pasokan Minyakita untuk Jawa Barat sekitar 23.000 liter per bulan. Artinya, Nining menegaskan, untuk ketersediaan dipastikan masih dalam kondisi aman.

"Tidak bisa kami pastikan setiap bulan, bergantung pada posisi ekspor CPO. Jadi nanti ada ketentuan berapa kewajiban DMO untuk disebar ke seluruh wilayah Indonesia," ucapnya.

3. Penyaluran diprioritaskan untuk pasar tradisional

Infografik ciri-ciri MinyaKita palsu (IDN Times/Aditya Pratama)
Infografik ciri-ciri MinyaKita palsu (IDN Times/Aditya Pratama)

Dengan begitu, Disperindag Jawa Barat terus memprioritaskan distribusi Minyakita ke pasar-pasar tradisional. Sehingga, dengan begitu, masyarakat menengah bawah mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Kami prioritaskan tetap di pasar tradisional. Kami berharap Minyakita ini bisa memenuhi kebutuhan konsumen utama untuk masyarakat menengah bawah," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More