Ratusan Tim Ikuti AI Impact Challenge 2026, Siapa yang Terbaik?

- AI Impact Challenge 2026 digelar oleh Microsoft Indonesia, Komdigi, dan Dicoding untuk memperkuat ekosistem AI nasional serta menampilkan inovasi dari 363 tim di kategori Datathon dan Hackathon.
- Program Microsoft Elevate Training Center telah menjangkau lebih dari 42 ribu talenta digital Indonesia, memberikan pelatihan AI, machine learning, data science, dan cloud dengan bimbingan praktisi industri.
- Laporan Indonesia Developer Outlook 2026 menunjukkan 67,3% talenta digital kini menggunakan AI setiap hari dan mayoritas merasakan peningkatan produktivitas signifikan berkat kolaborasi Microsoft-Dicoding.
Bandung, IDN Times - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari industri hingga layanan publik. Di tengah perkembangan tersebut, kebutuhan akan talenta digital yang mampu mengembangkan solusi berbasis AI juga semakin meningkat.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem AI nasional, Microsoft Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Dicoding Indonesia menggelar AI Impact Challenge Innovation Showcase. Kegiatan ini menjadi wadah bagi talenta digital untuk menampilkan hasil inovasi yang dikembangkan melalui program Microsoft Elevate Training Center (METC).
Acara tersebut menampilkan berbagai solusi berbasis AI yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat. Inovasi yang dipamerkan berasal dari peserta yang sebelumnya mengikuti kompetisi AI Impact Challenge.
Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh 363 tim yang berkompetisi dalam dua kategori, yakni Datathon dan Hackathon. Para peserta ditantang untuk memanfaatkan teknologi AI dalam menghasilkan solusi yang relevan bagi kebutuhan publik maupun industri.
1. Pemerintah dorong lahirnya inovasi berbasis AI

Kementerian Komunikasi dan Digital menilai pengembangan talenta AI menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan industri dinilai perlu terus diperkuat.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan program seperti AI Impact Challenge dapat menjadi ruang bagi talenta digital untuk mengembangkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi mengapresiasi dan mendukung program kolaborasi AI Impact Challenge dari Microsoft Elevate Training Centre. Dukungan Kementerian adalah bukti komitmen kami dalam memperkuat kedaulatan bangsa di bidang AI," kata Edwin, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Sabtu (20/6/2026).
Senada dengan itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, menyebut pemerintah berkomitmen menghadirkan berbagai use case nyata dari masyarakat agar dapat mendorong lahirnya inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.
2. Program pelatihan AI jangkau puluhan ribu peserta

AI Impact Challenge merupakan bagian dari Microsoft Elevate Training Center, program yang bertujuan meningkatkan keterampilan digital dan kompetensi AI di Indonesia. Melalui inisiatif tersebut, peserta memperoleh akses pembelajaran terkait artificial intelligence, machine learning, data science, dan teknologi cloud.
Selain belajar secara mandiri melalui platform Dicoding, peserta juga mendapatkan pelatihan yang dipandu praktisi industri. Pendekatan ini dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi AI dalam proyek nyata.
Government Affairs Director Microsoft Indonesia, Widya Listyowulan, mengatakan kompetisi ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia digital yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Microsoft memandang AI Impact Challenge ini lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Inilah bentuk pengembangan SDM digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah yang kita hadapi setiap hari," uijar Widya.
Pada 2026, program Microsoft Elevate Training Center disebut telah memberikan akses pembelajaran kepada lebih dari 42 ribu talenta digital Indonesia yang ingin meningkatkan kemampuan di bidang teknologi dan AI.
3. Penggunaan AI dinilai semakin meningkat

Di sisi lain, penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari juga menunjukkan tren peningkatan. Hal tersebut tercermin dalam Indonesia Developer Outlook 2026 yang menunjukkan semakin banyak talenta digital memanfaatkan teknologi AI dalam pekerjaan mereka.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menyebut AI kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan keterampilan yang perlu dikuasai oleh talenta digital saat ini.
“Indonesia Developer Outlook 2026 menunjukkan bahwa 67,3 persen talenta digital Indonesia telah menggunakan AI setiap hari dalam aktivitas mereka, dan 93,6 persen di antaranya merasakan peningkatan produktivitas yang signifikan," kata Narendra.
Iamenambahkan kolaborasi antara Microsoft dan Dicoding sejak 2025 telah membuka akses pembelajaran teknologi kepada lebih dari 80 ribu talenta digital Indonesia. Lewat AI Impact Challenge Innovation Showcase, berbagai pihak berharap semakin banyak inovasi berbasis AI yang dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem AI nasional.


















