Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pusdikif Bantah Mortir Maut di Cipatat Tidak Meledak di Area Latihan
Lokasi ledakan mortir Kampung Ciparang RT 04 RW 07 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dok. Istimewa
  • Pusdikif TNI AD menegaskan ledakan mortir di Cipatat tidak terjadi di area latihan militer, melainkan di pemukiman warga Kampung Ciparang.
  • Tiga warga yang berprofesi sebagai pemulung tewas akibat ledakan mortir 81 Komando yang ditemukan dan dibongkar sendiri di rumah mereka.
  • Komandan Pusdikif Brigjen Zaipul Rahman menyatakan seluruh prosedur keamanan latihan telah dijalankan, termasuk sirene peringatan dan penyisiran amunisi tak meledak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
08 Juli 2026

Sekitar pukul 10.30 WIB terjadi ledakan mortir di samping rumah warga bernama Ade di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ledakan menewaskan Ade dan Suhri di tempat, sementara Rodiana meninggal di RS Dustira pada pukul 17.25 WIB.

09 Juli 2026

Komandan Pusdikif Brigjen Zaipul Rahman memberikan klarifikasi bahwa lokasi ledakan bukan berada di area latihan militer Pusdikif, melainkan di pemukiman warga Kampung Ciparang.

kini

Pusdikif menegaskan telah menjalankan prosedur latihan sesuai SOP dan terus mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area latihan militer di Cipatat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi ledakan mortir di Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, yang menewaskan tiga warga. Pusdikif TNI AD menegaskan ledakan tersebut tidak terjadi di area latihan militer.
  • Who?
    Tiga warga bernama Ade, Suhri, dan Rodiana menjadi korban tewas. Komandan Pusdikif Brigjen Zaipul Rahman memberikan keterangan resmi mengenai lokasi kejadian.
  • Where?
    Ledakan terjadi di samping rumah warga di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 WIB. Keterangan tambahan disampaikan sehari setelahnya oleh pihak Pusdikif.
  • Why?
    Berdasarkan penjelasan sementara, mortir meledak saat ditemukan dan dibongkar oleh warga di rumahnya. Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
  • How?
    Pusdikif menjelaskan bahwa prosedur latihan telah sesuai SOP dengan sirene peringatan dan penyisiran pascalatihan. Ledakan diduga terjadi akibat aktivitas warga terhadap sisa amunisi lama di pemukiman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada suara ledakan di kampung Cipatat. Tiga orang yang kerja cari barang bekas meninggal karena mortir meledak di rumah. Tentara bilang ledakan itu bukan dari tempat latihan mereka. Komandan tentara namanya Pak Zaipul bilang mereka sudah kasih tanda dan bunyi sirene supaya orang tidak masuk ke tempat latihan. Sekarang polisi dan tentara lagi periksa kejadian itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Pusdikif menunjukkan adanya komitmen terhadap transparansi dan tanggung jawab dalam meluruskan informasi publik. Penjelasan Brigjen Zaipul Rahman menegaskan bahwa prosedur latihan, termasuk penggunaan sirene, koordinasi dengan aparat wilayah, serta penyisiran dan disposal amunisi, telah dijalankan sesuai standar operasional yang ketat demi menjaga keselamatan masyarakat sekitar area latihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI Angkatan Darat turut meluruskan mengenai informasi ledakan mortir yang terjadi di wilayah Kampung Ciparang RT 04 RW 07 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (08/07/2026) pukul 11.00 WIB.

Peristiwa ledakan mortir ini dipastikan telah membuat tiga orang warga yang berprofesi sebagai pemulung tewas. Komandan Pusat Pendidikan Infanteri, Brigadir Jenderal Zaipul Rahman mengatakan, lokasi ledakan mortir ini tidak berada di wilayah tempat latihan militer.

"Bukan, tidak benar berita itu. Itu terjadi di Kampung Ciparang, bukan di Pusdikif. Di rumah penduduk, bukan di tempatnya Pusdikif. Di rumah penduduk," kata Zaipul, Kamis (9/7/2026).

1. Pusdikif klaim latihan dilakukan sudah sesuai SOP

Lokasi ledakan mortir Kampung Ciparang RT 04 RW 07 Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dok. Istimewa

Disinggung mengenai korban yang menemukan mortir tersebut di area latihan militer, Zaipul menerangkan, wilayah tersebut tidak hanya digunakan oleh Pusdikif saja, melainkan beberapa unsur-unsur lainnya.

"Dan Pusdikif mengerjakan sesuai dengan SOP yang berlaku. Setelah melakukan penembakan semuanya, siapapun yang melakukan penembakan di Cipatat, itu yang pertama adalah prosedurnya memberikan peringatan sirene.selama lima kali," kata dia.

"Memberikan sirene selama lima kali supaya masyarakat tidak masuk daerah latihan," ujarnya.

2. Aparat kewilayahan sebelumnya sudah diberitahu bahwa akan ada latihan

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Selama proses latihan, Pusdikif juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan agar masyarakat tidak sembarangan masuk, terutama saat anggota berlatih menembak dan sebagainya.

"Terus yang kemarin, mendatangi RT RW supaya masyarakat di sekitar tempat latihan Cipatat itu tidak masuk ke daerah latihan. Nah, setelah latihan penembakan, kami hitung berapa munisi yang meledak dan yang tidak meledak," kata dia.

Setelah latihan, para prajurit yang berlatih diminta melakukan penyisiran yang mana fungsinya guna mengecek amunisi mana saja yang tidak meledak untuk dilakukan disposal.

"Kemudian kami melakukan penyisiran. Setelah melakukan penyisiran, munisi-munisi yang tidak meledak kita disposal, kita ledakkan, begitu," katanya.

3. Pusdikif sudah memasang rambu dilarang masuk dan zona latihan militer

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dengan begitu, Zaipul mengklaim informasi mengenai mortir meledak di area Pusdikif keliru. Dia memastikan, mortir ini meledak di pemukiman warga yang menemukan, kemudian dilakukan upaya pembongkaran hingga meledak.

"Sudah, sudah ada tim saya ke Polres. Kami meluruskan berita yang tidak benar itu. Masyarakat kan biasa di situ cari-cari sambil menggali-gali kan banyak munisi-munisi sisa zaman dulu gitu loh. Terus diketok-ketok sendiri di rumahnya, meledak gitu loh," tuturnya.

Selama proses latihan yang dilakukan Pusdikif di area Cipatat tersebut, Zaipul mengatakan, imbauan agar warga tidak memasuki area latihan sudah terus diingatkan. Bahkan, rambu-rambu pun sudah dipasang.

"Sudah di perbatasan latihan antara kampung itu sudah kami berikan tulisan dilarang masuk daerah latihan, dilarang keras. Kami kasih plang semua itu, plang-plang pengamanan. Kemudian sebelum latihan penembakan, kami kasih sirene selama lima kali. Sudah kami laksanakan itu SOP-nya," katanya.

Sementara, berdasarkan data yang diterima IDN Times, peristiwa ledakan mortir 81 Komando ini bermula pada hari Rabu tanggal 08 Juli 2026, pukul 10.30 WIB di samping rumah korban Ade, Kampung Ciparang Rt. 004 Rw.007 Desa Cipatat Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Ledakan ini membuat Ade dan Suhri meninggal di tempat. Sementara, Rodiana meninggal di RS Dustira pada 17.25 WIB. Ledakan tersebut terdengar oleh saksi Dadang Suhendar saat berada di rumahnya. Kemudian dia beserta warga lainnya mengecek ke lokasi dan ditemukan kondisi korban tidak berdaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article