Puncak Mudik di Cirebon 27-28 Maret, 77 U-Turn Ditutup

Cirebon, IDN Times - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon memprediksi, puncak arus mudik lebaran di wilayah Kabupaten Cirebon pada Kamis (27/3/2025) dan Jumat (28/3/2025).
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan, ia mulai menyiapkan antisipasi lonjakan kendaraan yang melintas di jalur pantai utara (pantura), beberapa di antaranya, rekayasa lalu lintas dan posko layanan bagi pemudik.
Menurut Anom, wilayah Cirebon menjadi jalur krusial bagi pemudik yang bergerak dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Setiap tahun, jutaan kendaraan melintas di kawasan ini, baik mobil pribadi, bus, maupun sepeda motor. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas menjadi langkah penting guna mengurai potensi kemacetan," kata Anom, Minggu (16/3/2025).
1. Sebanyak 77 u-turn ditutup untuk kelancaran arus

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah penutupan 77 dari total 146 U-turn di sepanjang jalur Pantura Cirebon. Menurut Kompol Anom, U-turn yang ditutup adalah yang dinilai berpotensi menghambat arus kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kami telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang kerap menyebabkan perlambatan lalu lintas. Beberapa U-turn terbukti menjadi sumber kemacetan, terutama di waktu-waktu sibuk,” ujar Anom.
Dengan penutupan ini, kendaraan diharapkan dapat melaju lebih lancar tanpa terganggu oleh kendaraan yang berputar balik secara tiba-tiba.
Namun, bagi pengendara yang tetap perlu berbalik arah, polisi akan mengarahkan mereka ke titik u-turn lain yang masih bisa digunakan dengan aman.
Selain penutupan u-turn, Polresta Cirebon juga telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Wilayah-wilayah yang sering menjadi simpul kepadatan, seperti persimpangan utama dan area dekat pasar tradisional, akan dijaga ketat oleh petugas untuk menghindari hambatan lalu lintas yang tidak perlu.
Ratusan personel kepolisian akan disiagakan di lokasi-lokasi strategis, terutama di sekitar Pasar Gebang, Pasar Tegalgubug, dan Pasar Pasalaran yang kerap menjadi titik perlambatan kendaraan.
“Kami telah menyiapkan personel untuk berjaga di titik-titik rawan agar pemudik bisa tetap merasa aman dan perjalanan mereka lebih lancar,” ujar Anom.
2. Posko pengamanan dan layanan bagi pemudik

Guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik, Polresta Cirebon juga akan mendirikan sejumlah posko pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di titik-titik strategis. Posko ini akan ditempatkan di rest area, perbatasan kabupaten, serta titik kepadatan lainnya.
Di pos-pos tersebut, pemudik bisa mendapatkan berbagai layanan, mulai dari informasi lalu lintas, tempat istirahat, hingga layanan kesehatan darurat. Keberadaan posko ini bertujuan untuk memastikan pemudik memiliki akses terhadap bantuan jika terjadi keadaan darurat di perjalanan.
“Pemudik bisa berhenti di posko-posko yang telah kami sediakan untuk beristirahat atau mendapatkan layanan kesehatan. Jika ada kendala di jalan, mereka juga bisa melapor kepada petugas di posko terdekat,” ungkapnya.
3. Hindari puncak arus jika bisa

Selain melakukan berbagai persiapan, Anom juga memberikan imbauan kepada pemudik agar merencanakan perjalanan dengan baik. Ia menyarankan agar mereka menghindari puncak arus mudik pada 27-28 Maret 2025 jika ingin perjalanan lebih lancar.
Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama untuk perjalanan jauh. Ban, rem, oli, dan kondisi mesin harus dipastikan dalam keadaan optimal agar perjalanan lebih aman.
“Penting juga untuk tidak memaksakan diri. Jika merasa lelah, lebih baik berhenti dan beristirahat di tempat yang telah disediakan. Jangan memaksakan perjalanan karena kelelahan bisa menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Mengingat potensi kemacetan di jalur utama, Polresta Cirebon juga telah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari titik kepadatan. Jalur-jalur ini mencakup beberapa ruas jalan kabupaten yang bisa menjadi pilihan jika lalu lintas di Pantura mulai tersendat.
Meski demikian, pemudik diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas, baik melalui laporan di media maupun aplikasi pemantau lalu lintas yang tersedia.
“Kami juga akan memberikan update situasi lalu lintas secara berkala, jadi pemudik bisa mendapatkan informasi real-time dan memilih jalur yang paling efektif,” ujarnya.


















