PPP Pindah Dukungan dari Dikdik ke Ngatiyana di Pilkada Cimahi

Cimahi, IDNTimes - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih keluar dari Koalisi Cimahi Bersatu yang akan mengusung Dikdik Suratno Nugrahawan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi 2024. Partai berlambang ka'bah itu mengalihkan dukungannya kepada pasangan Ngatiyana-Adhitia Yudisthira.
Dukungan itu secara resmi ditandai deklarasi dukungan terhadap Ngatiyana - Adhitia pada Minggu (11/8/2024) di Alam Wisata Cimahi (AWC), Jalan Kolonel Masturi. Keduanya hadir langsung menerima dukungan tersebut.
"Iya, pada awalnya memang kita ada di Koaliasi Cimahi Bersatu, kemudian secara mekanisme kepartaian kita memutuskan mendukung Pak Ngatiyana dan Kang Adit," kaya Ketua DPC PPP Kota Cimahi, Agus Solihin.
1. Keputusan keluar dari Koalisi Cimahi Bersatu sudah matang

Seperti diketahui PPP sempat mendeklarasikan Koalisi Cimahi Bersatu bersama Partai Demokrat dan Partai NasDem untuk mengusung eks Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan.
Ia mengatakan, keputusan DPC PPP Kota Cimahi keluar dari Koalisi Cimahi Bersatu dan memutuskan mengusung pasangan Ngatiyana - Adhitia tersebut bukan hal yang mudah, tetapi ini sudah melalui berbagai pertimbangan.
"Calon yang ada di koalisi bersatu, menurut pandangan PPP terutama DPP dan DPW, itu ada pengabaian sebuah mekanisme," katanya.
Kendati demikian, pihaknya memastikan hubungan DPC PPP Kota Cimahi dengan calon di Koalisi Cimahi Bersatu tetap baik, tetapi hal ini bisa terjadi karena menurut Agus politik itu dinamis.
"Kalau hubungan dengan beliau yang di sana (Dikdik) baik, tapi ini yang namanya politik, politik itu dinamis," ucapnya.
2. Pertimbangan PPP dukung Ngatiyana-Adhitia

Agus mengatakan sebelum memutuskan untuk mengusung pasangan Ngatiyana - Adhitia, pihaknya sudah meminta saran dari majelis dan ulama. Sehingga dirinya meminta semua kader PPP untuk berjuang memenangkan Ngatiyana - Adhitia.
"Kami sebelumnya sudah meminta petuah majelis dan ulama untuk menentukan pilihan. Dan sudah jelas pilihannya ke Ngatiyana dan Adhitia. Jangan para kader, pengurus dan simpatisan jangan bimbang memenangkan Ngatiyana dan Adhitia," ujar Agus.
Menurut dia, Ngatiyana - Adhitia merupakan pasangan yang saling melengkapi untuk menjadi pemimpin. Ngatiyana memiliki pengalaman karena sebelumnya pernah menjabat Wakil Wali Kota Cimahi hingga Wali Kota Cimahi.
Sedangkan Adhitia, merupakan sosok muda potensial yang dinilai bisa membawa perubahan.
"Pak Ngatiyana sudah teruji. Sedangkan Kang Adit ini baru berusia 33 tahun. Ini menggambarkan sosok pasangan yang sangat serasi, tua dan yang muda dan sangat dicintai," kata Agus.
3. Alasan Ngatiyana pilih Adhitia

Dirinya melanjutkan, selain PPP, pihaknya juga sudah menjalin koalisi dengan Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mengusung Ngatiyana - Adhitia. Sehingga jumlah kursinya melebihi syarat dukungan.
"Dan kita tunggu juga dari partai pemenang kedua yakni Golkar. Sekarang kita sudah 12 kursi, jika Golkar bergabung maka jadi 19. Ini modal politik yang sangat baik buat kemenangan Ngatiyana Adhitia," pungkas Agus.
Sementara itu, Ngatiyana menyampaikan pilihannya untuk kembali maju di Pilkada karena punya niatan tulus membangun dan memperbaiki Kota Cimahi. Niat itu juga, ujar dia, yang menjadi dasar Adhitia mendampingi dirinya.
"Saya tulus mengabdikan diri saya untuk kepentingan masyarakat Kota Cimahi. Lain-lain tidak ada apalagi untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri," ujar Ngatiyana.
Ia juga menyampaikan alasan kenapa memilih Adhitia Yudisthira sebagai pasangannya. Menurut Ngatiyana, Adhitia merupakan sosok pemuda potensial, pengusaha dan punya niatan tulus membangun kota kelahirannya.
"Baru bertemu Februari tapi sudah cocok. Mungkin itu namanya jodoh, sudah takdirnya. Sebenarnya ada delapan orang yang mendekati, tapi sejak Februari itu merasa pas dengan Adit. Ini takdir dan kita jalankan amanah ini untuk kepentingan masyarakat," kata Ngatiyana.



















