Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran SOP Bayi Nyaris Tertukar di RSHS

- Polrestabes Bandung tengah menyelidiki dugaan pelanggaran SOP di RS Hasan Sadikin setelah kasus bayi hampir tertukar, dengan fokus pada kemungkinan unsur pidana atau kelalaian administrasi.
- Penyidik telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban, serta akan memeriksa rekaman CCTV dan mengundang sejumlah pihak untuk klarifikasi terkait kejadian tersebut.
- Ibu bayi, Nina Saleha, mengaku panik saat melihat bayinya digendong orang tak dikenal dan menyesalkan lemahnya pengawasan petugas serta keamanan di ruang perawatan bayi RSHS.
Bandung, IDN Times - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menyelidiki dugaan kelalaian standar operasional (SOP) dalam kasus bayi yang hampir tertukar di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung. Proses penyelidikan hingga kini masih berlangsung guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, kepolisian telah mendatangi RSHS untuk melakukan pengecekan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui adanya tindak unsur pidana.
"Kami saat ini masih dalam tahap penyelidikan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan nanti pun dari hasil penyelidikan ini akan sampaikan," kata Anton, Selasa (14/4/2026).
1. Belum ada indikasi kesengajaan

Saat ini polisi belum dapat memastikan apakah kejadian nyaris tertukarnya bayi dilakukan secara sengaja atau tidak. Kepolisian akan memeriksa tata cara yang diterapkan.
"Kami dari kepolisian, khususnya dari Satreskrim Polrestabes Bandung sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan betul bahwa terkait kejadian tersebut apakah diindikasikan ada pidana atau memang ada kesalahan administrasi atau SOP yang dilakukan oleh rumah sakit," ujarnya.
Menurut Anton, perihal dugaan kesengajaan gelang bayi dilepas saat masih di rumah sakit, itu pun masuk dalam materi penyelidikan.
"Kami butuh penyelidikan dulu, jika memang nanti terkait label itu langsung digunting tanpa sesuai SOP berarti kan ada indikasi perbuatan yang lain, nantikan akan kami tentukan," kata dia.
2. Undang sejumlah pihak untuk klarifikasi

Hingga saat ini, Nina belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Kendati begitu, polisi telah berkomunikasi dengan Nina melalui kuasa hukumnya.
Keterangan dari orang tua korban, kata Anton, dapat memberikan petunjuk bagi penyidik untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Dia menyebut CCTV yang berada di TKP akan diperiksa, setelah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
"Kami kemarin langsung ke sana, nanti pun untuk pemeriksaan lebih lanjut kemungkinan kami juga akan melakukan undangan klarifikasi ke pihak-pihak yang diduga ada kaitan dengan peristiwa tersebut," ujar Anton
3. Korban sesalkan kelalaian petugas

Sebelumnya, kekhawatiran seorang ibu terhadap keselamatan bayinya mencuat dari sebuah peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Nina Saleha, warga Cimahi, mengaku sempat diliputi kepanikan setelah melihat bayinya digendong oleh orang yang tidak dikenalnya.
Saat itu, ia kembali ke rumah sakit dengan rencana membawa pulang sang bayi, setelah sebelumnya mendapat kabar bahwa kondisi anaknya sudah memungkinkan untuk pulang.
"Saya dikabarin pagi sudah boleh pulang," kata Nina saat dihubungi, Kamis (9/4/2026).
Sesampainya di rumah sakit, ia mengurus administrasi untuk kepulangan si buah hati. Anak ketiganya masih berada di ruang rawat bayi di lantai dua gedung MCHC. Kemudian tiba-tiba ia merasakan firasat buruk. Nina bergegas ke ruang di mana anaknya berada. Belum sampai ke lokasi tujuan, ia terkejut melihat anaknya digendong oleh seseorang yang bukan petugas rumah sakit.
"Bukan digendong sama perawat ini malah sama orang orang lain. Mana orangnya sudah mau pulang juga," ujarnya.
Perasaan cemas pun memuncak. Nina mengaku sempat berteriak histeris, berusaha memastikan bahwa bayi tersebut adalah anaknya. Ia kemudian meminta penjelasan kepada perawat yang berjaga.
"Katanya saya dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, kok bisa digendong orang lain? Yah gitu aja jawabannya," kata Nina.
Ia juga menyoroti tidak adanya petugas keamanan yang berjaga di ruang bayi saat kejadian berlangsung. Nina mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit.

















