Bandung, IDN Times - Pesta pernikahan ternyata menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar dalam industri event di Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkirakan perputaran uang dari hajatan pernikahan mencapai Rp81,6 triliun setiap tahun, melampaui kontribusi konser musisi internasional.
Temuan tersebut dipaparkan Direktur Musik Kemenekraf/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Mohammad Amin, dalam diskusi ekosistem musik nasional di The Hallway Space, Kosambi, Kota Bandung, Selasa (3/11/2026).
Menurut Amin, besarnya kontribusi ekonomi dari pesta pernikahan selama ini belum banyak diperhitungkan. Padahal, hajatan keluarga yang menghadirkan organ tunggal, dangdut hingga musik koplo turut menggerakkan banyak pelaku usaha dan pekerja di industri musik.
"Dari ketiga jenis event ini, mana yang paling besar memberikan dampak terhadap perekonomian kita? Banyak yang mengira konser musisi dunia. Namun, data simulasi justru menunjukkan kekuatan ekonomi musik rakyat yang luar biasa dari pesta perkawinan," kata Amin.