Bandung, IDN Times - Pertumbuhan kredit pada kuartal 1 2026 di Jawa Barat mencapai Rp1.047 Triliun, tumbuh 2,50 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut lebih rendahdibandingkan pertumbuhan kredit nasional sebesar 9,85 persen.Selain itu, pertumbuhan kredit di Jawa Barat tersebut lebih rendah daripada DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara.
Di sisi lain, angka pertumbuhan ini masih kalah dibandingkan tahun lalu yang berhasil tumbuh hingga 9,16 persen. Penurunan kredit ini bisa disebabkan berbagai alasan baik perekonomian yang kurang baik hingga keinginan pemberian kredit pada pelaku usaha ditahan karena kredit macet atau non-performing loan (NPL) masih tinggi.
"Rasio NPL gross perbankan di Jabar sebesar 3,42 persen,memburuk dibandingkan posisi Januari 2025 sebesar 3,08 persen," kata Kepala Otoroitas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, Rabu (1/4/2026).
