Pemkot Bandung Tingkatkan Patroli di Pasupati Cegah Orang Akhiri Hidup

- Pemkot Bandung meningkatkan patroli Satpol PP di flyover Pasupati dan titik rawan lain untuk mencegah aksi bunuh diri yang meningkat di kota tersebut.
- Wali Kota Muhammad Farhan meminta sekolah, kampus, dan pertokoan memperketat pengawasan serta menjaga keamanan gedung tinggi agar insiden serupa tidak terulang.
- Pemerintah juga memperkuat edukasi kesehatan mental di sekolah melalui pelatihan guru BK bersama akademisi psikologi dan psikolog klinis.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung mengintensifkan patroli di jalan layang Prof. Mochtar Kusumaatmadja atau flyover Pasupati guna mencegah aksi bunuh diri yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan patroli oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dilakukan sejak sepekan terakhir di kawasan flyover Pasupati
“Sejak minggu lalu kami mengintensifkan patroli di seputaran itu (flyover Pasupati). Ternyata tingkat bunuh diri di Kota Bandung sudah mengkhawatirkan,” ujar Farhan di Bandung, Rabu (4/3/2026).
1. Jadi titik rawan

Ia menyebutkan, dalam patroli tersebut petugas berhasil mencegah dua orang yang diduga hendak melakukan bunuh diri. Menurut Farhan, patroli dilakukan secara intensif di sejumlah titik rawan, tidak hanya di flyover, tetapi juga di lokasi lain yang berpotensi terjadi tindakan serupa.
“Sangat intensif. Untuk beberapa sekolah, saya minta sekolah dan kampus juga menjaga keamanan gedung-gedung tingginya. Pernah ada satu kasus seorang mahasiswi menjatuhkan diri dari gedung bertingkat tinggi,” katanya.
2. Pihak pertokoan juga harus ikut aktif

Selain itu, Farhan juga meminta pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi peristiwa serupa.
“Pertokoan-pertokoan pun akan kami pastikan patroli, jangan sampai ada lagi yang bunuh diri di pertokoan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif di lingkungan pendidikan.
Program pembinaan kesehatan mental diterapkan di sekolah-sekolah, termasuk pelatihan bagi guru bimbingan konseling (BK) bekerja sama dengan akademisi psikologi dan psikolog klinis.
3. Selalu ada kasus berulang di sini

Sebelumnya, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun ditemukan meninggal dunia di area bawah Jembatan Layang Pasupati atau Kusumaatmadja, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026) pagi. Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Jenazah korban ditemukan di area belakang lapang futsal kawasan Tamansari. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi guna mengetahui kronologi kejadian secara menyeluruh.
Pantauan IDN Times sekitar pukul 10.00 WIB, petugas dari Polsek Bandung Wetan, Inafis Polrestabes Bandung, serta PMI Kota Bandung sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan sterilisasi area.
Salah seorang saksi di lokasi, Cahyadi, menyebut korban diketahui datang ke kawasan tersebut menggunakan sepeda motor yang kemudian ditemukan berada di atas jembatan.
“Korban datang bawa motor, motornya ada di atas,” ujar Cahyadi.
Beberapa waktu lalu bahkan seorang pria paruh baya pun diduga hendak akhiri hidup dengan meloncat dari jembatan ini. Beruntung ada orang yang mendapati hal tersebut dan memegangi pria itu agar tidak loncat.


















