Program DEWY 3.0 Dorong Penguatan Ekonomi Perempuan Lewat Digitalisasi

- Program DEWY 3.0 diluncurkan oleh BRI Research Institute dan Kedutaan Besar Inggris untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui digitalisasi di berbagai daerah, termasuk Banjarnegara.
- Sebanyak 150 pelaku usaha mikro perempuan mendapat pelatihan pengembangan produk, inovasi digital, serta pemanfaatan e-commerce dan solusi keuangan digital guna meningkatkan daya saing usaha.
- Inisiatif ini juga membangun ekosistem inklusif lewat edukasi pencegahan kekerasan, pemetaan usaha digital, dan pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi komunitas lokal.
Bandung, IDN Times - Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan terus diperkuat melalui berbagai inisiatif berbasis teknologi. Salah satunya hadir lewat peluncuran program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0.
Program ini digagas oleh BRI Research Institute bersama Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Peluncurannya dilakukan di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai bagian dari pengembangan program sebelumnya.
DEWY 3.0 menjadi kelanjutan dari inisiatif yang telah dijalankan di sejumlah daerah. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas usaha perempuan, khususnya pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Melalui pendekatan berbasis digital, program ini diharapkan mampu membuka peluang baru sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha perempuan di tengah perkembangan ekonomi digital.
1. DEWY 3.0 perluas jangkauan pemberdayaan perempuan

Program DEWY sebelumnya telah menjangkau ratusan pelaku usaha perempuan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat dan Lampung. Hasilnya, ratusan peserta mendapatkan akses pelatihan dan pendampingan usaha.
Selain itu, program ini juga melahirkan mentor lokal serta menghadirkan Digital Corner sebagai ruang pembelajaran berbasis komunitas. Ekspansi program turut dilakukan ke wilayah lain seperti Nusa Tenggara Barat dengan pendekatan penguatan kapasitas dan akses pembelajaran digital.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” ujar Atif Solihin Andrian, Manager Technical Assistance BRI Research Institute, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (4/5/2026).
2. Fokus pelatihan dorong digitalisasi usaha mikro

Pada fase terbaru, DEWY 3.0 melibatkan sekitar 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, hingga inovasi usaha berbasis digital. Selain itu, berbagai solusi digital seperti pencatatan keuangan, sistem point of sales (POS), serta pemanfaatan e-commerce dan media sosial turut diperkenalkan.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” kata Atif.
3. Program dorong ekosistem inklusif dan berkelanjutan

DEWY 3.0 juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dalam menjalankan usaha. Hal ini diwujudkan melalui sesi edukasi terkait pencegahan kekerasan dan eksploitasi.
Selain itu, peserta juga melakukan pemetaan usaha melalui platform digital untuk mengukur kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi. Pengembangan Digital Corner menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang kolaborasi antar pelaku usaha di tingkat lokal.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” ujar Atif.
Melalui langkah ini, DEWY 3.0 diharapkan mampu memperluas akses, meningkatkan kapasitas, serta mendorong perempuan menjadi penggerak ekonomi lokal yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital.

















