Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Berencana Bangun Hunian Subsidi di Laswi Kota Bandung

Pemerintah Berencana Bangun Hunian Subsidi di Laswi Kota Bandung
(Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah pusat berencana membangun hunian subsidi di lahan PT KAI kawasan Laswi dan Kiaracondong, Bandung, dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Menteri PKP Maruarar Sirait telah meninjau lokasi dan memastikan proyek ini jadi percontohan nasional, melibatkan koordinasi antara kementerian, Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, serta PT KAI.
  • Pendanaan proyek akan memanfaatkan dana CSR dari perusahaan swasta dan yayasan, sementara PT KAI tengah mendata aset tidak terpakai untuk dioptimalkan menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah pusat berencana membangun program rumah subsidi di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Salah satunya di kawasan Laswi dan Kiaracondong, Kota Bandung, yang digadang-gadang akan dibangun dalam waktu dekat ini.

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait pun dipastikan sudah meninjau langsung lokasi calon hunian subsidi ini. Rencananya, hunian akan dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

"Kemarin kamu sudah survei di lokasi di Tanah Abang ada tiga, kemudian satu lagi di Kota Tua ya. Kemudian hari ini masuk ke Kota Bandung di Kiaracondong dan Laswi," ucap Maruarar di Kiaracondong, Bandung, Senin (6/4/2026).

1. Hunian akan menjadi contoh untuk dikembangkan ke lokasi lainnya

WhatsApp Image 2026-03-24 at 10.28.37 PM.jpeg
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Selasa (24/3/2026). (Dok: Kementerian PKP)

Maruarar memastikan, dua kawasan tersebut nantinya akan menjadi percontohan untuk lahan di daerah lain milik PT KAI. Adapun kawasan Laswi dan Kiaracondong ini dekat dengan jantung Kota Bandung, dan dekat dengan fasilitas publik lainnya.

"Saya rasa ini akan jadi contoh yang lengkap, lokasinya sangat unik, sangat strategis ya. Ini juga lahan kereta api ada lahan 7.000 meter dan 8.000 meter, berarti 1,5 hektar ya," kata dia.

Dia mengatakan, Kementerian PKP telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal rencana dan pemetaan. Bahkan, mereka akan segera membentuk tim untuk menciptakan konsep dasar.

"Kami akan langsung membuat tim di sini, dari kementerian, kereta api, dari sekda, kemudian Kota Bandung, kemudian juga dari balai kita untuk segera membuat satu perencanaan," ucapnya.

2. Akan ada pertemuan lanjutan dari rencana ini

menteri pkp.jpeg
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Gubernur Bali Wayan Koster. (IDN Times/Yuko Utami)

Setelah kesepakatan itu, Maruarar mengatakan, nantinya akan diadakan pertemuan lanjutan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan maksimal dan sesuai peraturan yang berlaku.

"Kami akan ketemu sekitar tanggal 25 bulan ini ya, untuk melihat konsep dasarnya seperti apa. Konsepnya itu bagus sekali, huniannya ada fasilitasnya, bagaimana kesehatannya, tempat ibadah, parkir, dan sebagainya," tutur dia.

Terkait pembiayaan, lanjut dia, mereka akan menggunakan dana CSR dari perusahaan swasta maupun yayasan. Maruarar menegaskan, pembangunan tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah atau hunian dengan murah.

"Contoh kemarin ada dari Astra komitmen untuk membangun hunian rumah tersebut bersifat CSR. Bagaimana juga kami dapat dukungan dari perusahaan juga yayasan. Di luar itu konteksnya bisa komersial, ketiga tentu bagaimana buat MBR," kata dia.

3. KAI ikut mengkaji rencana tersebut

Bobby Rasyidin Dirut PT KAI
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. (IDN Times/Pitoko)

Tujuan pemerintah menyediakan program rumah bersubsidi ini memang khusus membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga, semua persyaratan akan diberikan dengan mudah.

Sementara itu Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, untuk saat ini mereka masih melakukan pendataan aset-aset tidak terpakai yang direncanakan akan dibangun TOD. Kawasan tersebut nantinya akan dibangun fasilitas bisnis maupun fasilitas masyarakat lainnya.

"Unitnya lagi kami hitung. Kami optimalkan dulu seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri tadi, konsepnya itu Transit Oriented Development. Di mana semua itu nanti kawasan terintegrasi, nanti tanggal 25 kami paparkan. Sasaran seperti yang kita sampaikan tadi kan ya, yang namanya TOD itu kan ada kawasan bisnisnya, ada kawasan umumnya," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More