Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut merespons perkara skandal seksual verbal di sebuah grup chat kepada 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Selain mahasiswa, korban dari kasus ini juga turut menyeret dosen.
Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang tidak memiliki kapasitas lebih karena hal itu merupakan kewenangan kampus. Hanya saja, dia menyarankan jika memang dalam penelusuran ditemukan unsur pidana, maka harus ditindak seadil mungkin.
"Pertama, itu adalah internal kampus UI. Tapi kalau saya boleh memberikan saran, tergantung masalahnya. Kalau itu adalah ranah pidana, ya proses saja secara pidana. Kalau itu ranah pidana, ya berproses saja," kata dia.
