Panik Harga BBM Naik, Warga Sukabumi Antre Panjang di SPBU

- Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Sukabumi akibat isu pembatasan BBM subsidi, membuat warga khawatir dan menunggu lebih lama dari biasanya.
- Seorang driver ojek online mengeluhkan dampak antrean dan potensi kenaikan harga BBM terhadap biaya operasional serta berharap pemerintah mempertimbangkan nasib masyarakat kecil.
- Pertamina memastikan stok BBM aman, mengimbau warga tidak panik membeli, serta mendorong penggunaan energi secara bijak dan tertib di SPBU.
Sukabumi, IDN Times - Isu pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar mulai memicu keresahan di tengah masyarakat. Di Kota Sukabumi, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Pertamina tampak memanjang pada Selasa (31/3/2026) sore.
Pantauan di salah satu SPBU menunjukkan antrean kendaraan, khususnya sepeda motor, mengular hingga keluar area pengisian. Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran warga terhadap kemungkinan pembatasan distribusi BBM subsidi.
Sebagian pengendara terlihat menunggu dengan sabar, sementara lainnya tampak gelisah karena waktu antre yang lebih lama dari biasanya.
1. Driver ojol keluhkan biaya operasional

Seorang pengemudi ojek online, Ramlan (42), mengaku antrean panjang ini berdampak langsung pada pekerjaannya. Meski belum mengetahui pasti soal kebijakan pembatasan, ia merasakan tekanan dari meningkatnya biaya operasional.
“Belum tahu (soal kebijakan), tapi jelas merugi lah. Udah tarif dipangkas, sekarang BBM naik ya tambah sulit,” ujarnya.
Ramlan menjelaskan, dalam sehari ia biasanya mengisi BBM dua kali untuk menunjang aktivitasnya sebagai driver sejak 2019.
“Sehari itu dua kali isi, masing-masing Rp25 ribu kalau ramai. Jadi sekitar Rp50 ribu sehari. Rp25 ribu itu cuma dapat dua liter setengah, biasanya saya pakai Pertalite,” katanya.
Sebagai tulang punggung keluarga dengan istri dan empat anak, ia berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap masyarakat kecil.
“Kita mohon dipertimbangkan dulu. Rakyat kecil sudah susah, jangan dipersusah lagi. Ekonomi masih semrawut, 2026 makin terasa berat,” ucapnya.
2. Pertamina pastikan stok aman, minta warga tak panik buying

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyebut masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
“Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok BBM dalam keadaan terjaga,” katanya.
Pertamina juga terus memantau distribusi BBM serta berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar pelayanan tetap optimal dan antrean lebih tertib.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk soal proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar.
3. Imbauan pakai energi bijak

Pertamina turut mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan menjaga ketertiban saat mengantre di SPBU. Jika ditemukan kendala layanan, masyarakat dapat melaporkan melalui call center resmi.
Situasi antrean di Sukabumi ini menjadi gambaran bagaimana isu kebijakan energi dapat berdampak langsung pada aktivitas harian warga, terutama mereka yang bergantung pada BBM subsidi untuk bekerja.


















