Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Analisis BMKG Ihwal Cuaca Ekstrem di Jawa Barat

Ini Analisis BMKG Ihwal Cuaca Ekstrem di Jawa Barat
Ilustrasi awan mendung (pixabay.com/ClickerHappy)
Intinya Sih
  • Hujan lebat dan angin kencang melanda Bandung hingga Tasikmalaya, menyebabkan pohon tumbang, papan reklame roboh, serta kerusakan fasilitas umum di beberapa titik kota.
  • BMKG menjelaskan cuaca ekstrem dipicu suhu laut hangat, pertemuan angin, gelombang atmosfer Equatorial Rossby, dan kelembapan tinggi yang memicu pertumbuhan awan konvektif masif.
  • Warga diimbau tetap waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut beberapa hari ke depan, terutama pada siang hingga malam hari setelah pemanasan kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026). Hujan lebat disertai angin kencang memicu berbagai kejadian, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan fasilitas umum di Kota Bandung hingga Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi Jawa Barat, kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif sejak siang hingga sore hari.

1. Pohon tumbang hingga timpa mobil

ilustrasi pohon tumbang di jalan (pexels.com/Jimmy Liao)
ilustrasi pohon tumbang di jalan (pexels.com/Jimmy Liao)

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu menuturkan, cuaca buruk terjadi di sejumlah titik di Kota Bandung, seperti di Jalan Guntursariwetan, Terusan Buah Batu, hingga kawasan Lodaya. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan menutup akses jalan.

"Papan reklame juga dilaporkan roboh, bahkan ada pohon tumbang yang menimpa kendaraan. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Jalan KH Lukmanul Hakim, di mana pohon tumbang menimpa mobil," kata dia, Sabtu (29/3/2026).

Data curah hujan menunjukkan intensitas hujan di Tasikmalaya mencapai 61 mm per hari (kategori lebat), sementara di Bandung tercatat 26 mm per hari (kategori sedang).

2. Awan konvektif masif jadi pemicu utama cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)

Hasil analisis meteorologi menunjukkan cuaca ekstrem dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya suhu muka laut yang hangat sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.

Selain itu, terdapat pertemuan dan belokan angin di wilayah Jawa Barat yang memicu pertumbuhan awan konvektif. Ditambah lagi, aktifnya gelombang atmosfer tipe Equatorial Rossby serta kelembapan udara tinggi di lapisan 850–500 mb yang mencapai 50–95 persen.

Dari citra radar, awan hujan mulai terpantau di Bandung sejak pukul 11.41 WIB dan berkembang signifikan dengan reflektivitas mencapai 35–55 dBZ. Sementara di Tasikmalaya, awan konvektif tumbuh cepat sejak pukul 12.10 WIB dan meluas hingga sore menjelang malam.

3. Warga diminta waspada, potensi hujan masih berlanjut

Cuaca ekstrem, pohon tumbang
Ilustrasi cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang. (IDN Times/bt)

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, terutama setelah pemanasan kuat di pagi hingga siang hari.

"Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Risiko sambaran petir juga perlu diantisipasi dengan berlindung di tempat aman," paparnya.

Untuk wilayah rawan longsor dan banjir, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari. BMKG juga mengingatkan ciri awan berpotensi hujan ekstrem biasanya berwarna gelap, menjulang tinggi seperti kembang kol, atau dikenal sebagai awan cumulonimbus.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More