Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BKSDA Buka Opsi Pindahkan Satwa Bandung Zoo ke Lembaga Konservasi

BKSDA Buka Opsi Pindahkan Satwa Bandung Zoo ke Lembaga Konservasi
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • BBKSDA Jawa Barat membuka opsi memindahkan satwa endemik Bandung Zoo ke lembaga konservasi lain jika kerja sama dengan Pemkot Bandung tidak diperpanjang setelah masa MoU berakhir Mei 2026.
  • Pemerintah pusat mengambil alih tanggung jawab perawatan 711 satwa dilindungi di Bandung Zoo untuk menjamin kesejahteraan hewan dan keberlangsungan pekerjaan karyawan selama masa transisi pengelolaan.
  • Dua harimau di Bandung Zoo mati akibat virus panleukopenia yang bisa menular dari kucing liar atau terbawa manusia, terutama jika induk tak divaksin dan sanitasi lingkungan kurang baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat membuka opsi untuk memindahkan satwa endemik di Kebun Binatang Bandung (Bandung) Bandung Zoo ke lembaga konservasi terdekat di Jawa Barat.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar Andri Hansen Siregar mengatakan langkah tersebut menjadi opsi apabila nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bandung tidak berlanjut.

“Kami berharap jika tidak ada kejelasan, maka satwa-satwa yang dilindungi akan diambil alih untuk diamankan di lembaga konservasi terdekat,” kata Andri, Selasa (31/3/2026).

1. Skema pengelolaan bisa berubah

WhatsApp Image 2025-07-04 at 11.46.47 AM.jpeg
Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). IDN Times/Debbie Sutrisno

Ia menjelaskan, masa berlaku MoU saat ini berlangsung hingga 6 Mei 2026 atau selama tiga bulan sejak 6 Februari. Setelah itu, skema pengelolaan kemungkinan akan berubah mengikuti kondisi terbaru.

Menurut Andri, prinsip utama dalam setiap kebijakan adalah memastikan kesejahteraan satwa, khususnya satwa endemik Indonesia yang dilindungi.

2. Satwa harus sejahtera

IMG_20250908_100100.jpg
Kondisi terbaru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko menyatakan kesepakatan yang ada bertujuan menjaga keberlangsungan perawatan satwa serta memastikan karyawan tetap dapat bekerja selama masa transisi.

“Intinya adalah menjaga agar satwa di Bandung Zoo terjamin kesejahteraannya dan karyawan masih tetap bisa bekerja sehingga operasional tetap berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat sekitar 711 satwa di Bandung Zoo yang seluruhnya merupakan satwa dilindungi dan secara hukum merupakan milik negara yang dititipkan kepada lembaga konservasi.

Dengan dicabutnya izin pengelolaan sebelumnya, lanjut dia, pemerintah pusat kini mengambil alih tanggung jawab penuh terhadap perawatan satwa agar tetap terjaga dan tidak terlantar.

3. Kematian dua harimau bisa juga karena pelantara manusia

WhatsApp Image 2026-03-26 at 2.35.32 PM.jpeg
Harimau Benggala Huru dan Hara meninggal di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dok Diskominfo

Terpisah, Dokter hewan spesialis feline, drh. Ica Antika, menyebut virus tersebut bersifat umum dan dapat menyerang seluruh spesies kucing.

"Iya naturalnya virus panleukopenia bisa menyerang semua feline family, termasuk harimau. Jadi secara umum jenis virusnya sama," ujar Ica.

Ia menjelaskan, tingkat kematian akibat infeksi virus ini pada kucing besar tergolong tinggi, terutama pada usia muda.

"Mortality rate pada kucing besar lebih tinggi, bisa 80-90 persen terutama untuk anak harimau," katanya.

Menurut Ica, penularan virus panleukopenia dapat terjadi dari berbagai sumber, termasuk kucing liar yang terinfeksi. Risiko penularan meningkat apabila induk tidak divaksin dan kondisi sanitasi lingkungan kurang terjaga.

“Iya bisa, terutama kalau induk tidak divaksin dan sanitasi lingkungan kurang baik," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa virus juga berpotensi terbawa oleh manusia sebagai perantara, meskipun bukan sebagai inang utama.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More