Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ongkos Haji Diusulkan Naik, Kemenhaj Jabar Minta Jemaah Tidak Panik
ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Kemenhaj Jabar meminta jemaah tidak panik terkait usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 menjadi Rp107 juta karena masih dalam tahap pembahasan pemerintah pusat.
  • Kenaikan biaya diusulkan akibat faktor geopolitik Timur Tengah, naiknya harga bahan bakar pesawat, serta perubahan layanan haji di Arab Saudi yang kini hanya menyediakan paket A, B, dan C.
  • Pemerintah berharap Badan Pengelola Keuangan Haji dapat membantu menanggung kenaikan biaya, sementara Kemenhaj Jabar mencatat penurunan jumlah jemaah dan kesulitan pelunasan ongkos tahun sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2024

Biaya penyelenggaraan ibadah haji ditetapkan, menjadi acuan untuk perbandingan penurunan harga pada tahun-tahun berikutnya.

2025

Jumlah jemaah haji asal Jawa Barat menurun dibandingkan tahun ini, menurut data Kemenhaj Jabar.

8 Juli 2026

Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hary Novian menjelaskan usulan kenaikan BPIH dan faktor penyebabnya seperti kondisi geopolitik Timur Tengah serta kenaikan bahan bakar pesawat.

Tahun 2026

Biaya pemberangkatan haji turun sekitar Rp6 juta dibandingkan biaya yang ditetapkan pada tahun 2024. Kemenhaj Jabar juga menyebut penyerapan jemaah diharapkan kembali normal setelah sosialisasi pelunasan dilakukan sejak awal tahun.

Tahun 2027

Pemerintah mengusulkan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji menjadi Rp107.340.172,02, namun masih dalam tahap pembahasan dan belum disepakati secara final.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah mengusulkan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi Rp107.340.172,02 pada tahun 2027, sementara Kemenhaj Jawa Barat meminta jemaah tetap tenang menunggu keputusan resmi.
  • Who?
    Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian bersama jajaran kementerian pusat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang turut membahas usulan kenaikan biaya.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Bandung, Jawa Barat, dengan pembahasan terkait kebijakan nasional penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah pusat dan otoritas Arab Saudi.
  • When?
    Keterangan diberikan pada Rabu, 8 Juli 2026, sementara rencana kenaikan biaya diberlakukan untuk musim haji tahun 2027 mendatang.
  • Why?
    Kenaikan diusulkan karena faktor geopolitik Timur Tengah, peningkatan harga bahan bakar pesawat, serta perubahan layanan paket haji di Arab Saudi yang mempengaruhi biaya operasional.
  • How?
    Kemenhaj Jabar menegaskan bahwa usulan masih dibahas pemerintah pusat dan berharap sebagian kenaikan dapat ditanggung BPKH; jemaah diminta tidak panik sambil menunggu keputusan final.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada rencana uang untuk pergi haji mau naik jadi seratus tujuh juta lebih. Pak Boy dari kantor haji di Jawa Barat bilang orang jangan takut dulu, soalnya ini baru rencana saja. Katanya harga naik karena bensin pesawat dan layanan di Arab Saudi juga berubah. Sekarang mereka masih tunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun ada usulan kenaikan biaya haji, penjelasan Kemenhaj Jabar menunjukkan proses yang transparan dan terukur, dengan alasan kenaikan disampaikan secara terbuka serta adanya harapan agar BPKH ikut menanggung beban tambahan. Selain itu, upaya sosialisasi dini memberi jemaah waktu memadai untuk mempersiapkan pelunasan, mencerminkan perhatian terhadap kenyamanan calon haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Barat meminta jemaah tidak panik soal rencana kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi Rp107.340.172,02 di tahun 2027.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jabar, Boy Hary Novian mengatakan, kenaikan BPIH pada tahun depan ini masih sebatas usulan, dan pemerintahan pusat sudah membeberkan beberapa alasan mengapa harus naik harga.

"Ada beberapa faktor yang seperti disampaikan oleh Pak Menteri dan Wakil Menteri juga anggota DPR, mulai dari geopolitik dari Timur Tengah, kemudian juga dari kenaikan bahan bakar pesawat," ujar Boy, Rabu (8/7/2026).

1. Ada sejumlah fasilitas yang mengalami harga

ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)

Dia mengungkapkan, ada beberapa hal lainnya yang membuat pemerintah mengusulkan kenaikan biaya ongkos haji tersebut. Seperti layanan-layanan dari pemerintah Arab Saudi di mana harganya diprediksi akan berubah dibandingkan tahun ini.

"Terus juga adanya layanan yang berubah di Arab Saudi di mana pelayanan paket D dan E itu sudah tidak ada, tapi hanya ada A, B, dan C. Sehingga, ini akan mengakibatkan adanya kenaikan dari biaya," kata Boy.

Kendati begitu, Kemenhaj Jabar masih menunggu kabar dari pemerintah pusat besaran kenaikan ongkos haji untuk tahun depan yang disepakati. Namun, Boy mengatakan, ada keinginan dari kementerian pusat agar kenaikan ini bisa turut ditangani oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Pak Wamen berharap bahwa kenaikan ini bisa ditanggulangi oleh BPKH sebagai pengelola dari uang jemaah," katanya.

2. Optimistis dapat kuota tambahan

Ilustrasi haji atau umrah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Mengenai jemaah memprotes soal kenaikan biaya haji ke Kemenhaj Jabar, Boy mengatakan, hal ini masih belum ditemukan. Hanya saja, berkaca dari tahun ini jumlah jemaah yang berangkat dari Jawa Barat mengalami penurunan dibandingkan 2025.

Kemudian, ditemukan juga beberapa jemaah belum bisa melunasi sisa ongkos berangkat haji. Kondisi ini disebabkan karena adanya perubahan kebijakan perhitungan kuota jemaah yang berangkat.

"Jadi, tahun ini insyaallah itu penyerapan Jawa Barat akan kembali normal karena sejak jauh-jauh hari itu sudah kami sosialisasikan mengenai jemaah-jemaah yang memang berhak untuk melunasi," kata dia.

"Sehingga jemaah mempunyai waktu yang cukup untuk bisa mempersiapkan ketika nanti pas waktunya pelunasan, seperti itu," ucapnya.

3. Ongkos haji mengalami penurunan sejak tahun kemarin

Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar melihat landasan BIJB (inin nastain/IDN Times)

Lebih lanjut, Boy mengungkapkan, ongkos pemberangkatan haji ini sebenarnya sudah turun harga sejak lama. Pada beberapa tahun kemarin harganya Rp80 juta, menurut daei sebelumnya yang mencapai Rp90 juta rupiah.

"Menurunnya tahun ini Rp2 juta turunnya dibandingkan tahun lalu, di mana tahun sebelumnya turun Rp4 juta. Jadi total keseluruhan dari tahun 2024 itu sebenarnya sudah turun sekitar Rp6 juta rupiah dari biaya yang ditetapkan di tahun 2024, di 2026 ini total itu hampi Rp6 juta turunnya," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article