Oded: Setop Prank Call Center COVID-19 Bandung!

Bandung, IDN Times - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku prihatin atas tindakan jahil (prank) masyarakat yang mempermainkan layanan call center COVID-19 Kota Bandung. Menurut dia, tindak itu seharusnya tidak dilakukan di saat semua orang di tengah wabah virus corona atau COVID-19 membutuhkan pertolongan.
"Saya mohon ya, saya kaget juga ketika mendengar call center kita seolah-olah ada yang iseng-iseng," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (18/4).
1. Oded mengajak masyarakat untuk berempati di tengah wabah COVID-19

Oded menyebutkan, dalam kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi di Kota Bandung masyarakat harusnya berempati, bukan mempermainkan nomor layanan.
"Kasihan juga kalau yang mau laporan bener-bener malah susah masuk ketika ada yang iseng-iseng," ungkapnya.
2. Ada 1.500 telepon prank selama wabah COVID-19 di Bandung

Oded mengaku, mendapatkan laporan sedikitnya 1.500 telepon yang masuk ke layanan call center COVID-19 adalah tindakan iseng yang dilakukan warga. Tindakan iseng yang dimaksud Oded adalah, ketika telepon masuk diangkat oleh operator, banyak percakapan yang tidak berhubungan dengan pertolongan COVID-19.
"Banyak yang iseng. Misalnya, menanyakan harga panga. Seharusnya tidak perlu, ada tempatnya," ungkap Oded.
Sementara itu, dari ribuan telepon iseng, hanya 100 panggilan masuk yang serius meminta bantuan dan pertolongan terkait COVID-19 di Kota Bandung. Karena itu, Oded mengimbau kepada seluruh masyrakat agar tidak memanfaatkan situasi ini dengan main-main.
"Imbauan saya, jangan dipakai main-main. Kita sedang bekerja, bayangkan sekarang tim medis di lapangan, dokter dan tim kesehatan. Mereka bekerja siang malam, ini malah main-main," tegas Oded.
3. Sekarang masih diimbau, tapi kalau masih ada prank pemerintah pasti turun tangan

Oded menyebutkan, saat ini Pemerintah Kota Bandung masih mengimbau kepada para penelepon jahil untuk tidak mengulangi tindakannya. Tetapi, jika masih tetap ada dan mengganggu kerja para tenaga medis, tentu pemerintah akan turun tangan dan meminta bantuan pihak kepolisian.
"Sekarang saya imbau dulu. Katau tidak bisa diimbau, pemerintah harus hadir. Polisi turun," pungkasnya.

















