Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Sebelumnya, Rahmat orangtua siswa SD negeri di Kota Bandung juga protes setelah anaknya sempat mendapatkan satu jeruk dan dua bolu kukus. Pemberian MBG di sekolah tersebut dilakukan setiap hari. "Masa hanya ini saja untuk MBG. Sehatnya dari mana coba," kata dia kepada IDN Times, Selasa (23/2/2025).
Sementara itu, anak Rahmat lainnya yang berada di tingkat SMA mendapatkan roti coklat dalam satu boks yang disebut untuk seminggu MBG. Menurutnya, roti berisi cokelat ini jelas jauh dari kata memenuhi gizi untuk anak sekolah.
Fatimah, orangtua siswa SMAN lainnya, menuturkan bahwa menu MBG yang diberikan jauh dari kata laik. Sang anak pernah mendapatkan satu paket abon yang justru lebih mirip serundeng.
"Mirip abon tapi campuran apa entah, jadi kaya serundeng. Anak gak doyan, kalau abon mau dia," ungkap Fatimah.
Muhammad Ginanjar, orangtua siswa di SDN menyebut anaknya mendapatkan makanan alakadarnya di mana ada kentang kukus yang hanya setengah dan satu buah manggis, kemudian ada sedikit abon dan kacang-kacangan.
Sedangkan anak Ginanjar di sekolah berbeda mendapatkan dua buah susu, dua buah jeruk, satu pisang kecil, telur asin, satu roti, dan ada masing-masing tiga ayam serta tempe yang tinggal dimasak.
"Ini saya di rumah jadi disuruh masak sama MBG-nya apa gimana," ungkap Ginanjar.