Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
MBG: Disdik Majalengka Inventarisir Siswa Alergi
Inin Nastain IDN Times/ Kasubag Perencana Disdik Majalengka Joko Setiyono

Majalengka, IDN Times- Menjelang dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten, sejumlah persiapan masih dilakukan pihak terkait. Deteksi siswa yang alergi terhadap jenis makanan tertentu, menjadi poin yang hingga saat ini masih dilakukan oleh pemerintah.

Deteksi tersebut dinilai penting mengingat hasil uji coba MBG lalu, pernah ada kasus siswa yang mengalami sakit usai menyantap MBG.

"Deteksi anak-anak yang memiliki alergi. Karena saat uji coba, ada satu anak yang alergi," kata Kasubag Perencana Disdik Majalengka Joko Setiyono.

1. Siswa yang alergi akan disesuaikan

Ilustrasi adanya alergi (Pexels.com/cottonbro studio)

Dijelaskan Joko, pada saat uji coba, ada salah satu siswa yang jatuh sakit setelah menyantap menu dalam program MBG. Dari hasil penelusuran diketahui yang bersangkutan mengalami alergi.

Dari deteksi itu, nantinya diketahui nama-nama siswa yang mungkin akan m merima menu berbeda. Dengan demikian, kasus saat uji coba bisa dihindari.

"Setelah makan tersebut, sakit. Kami ingin mendeketsi dari sekolah yang sudah terdata ini alergi apa saja. Sehingga mereka mendapatkan makanan yang sesuai," kata Joko.

2. Finishing data siswa calon penerima MBG

Siswa SD N 02 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar. (IDN Times/Larasati Rey)

Selain deteksi siswa yang memiliki alergi, jelas Joko, pihaknya juga masih melakukan pencocokan data ril. Akurasi data tersebut dinilai penting untuk memastikan semua siswa calon penerima manfaat tidak terlewat.

"Kami ingin memastikan bahwa, data itu sesuai. Jangan sampai misalkan, dari pihak mitra ada 100, nyatanya ada 105. Maka ada 5 orang yang tidak mendapatkan," kata dia.

Lebih jauh dijelaskan Joko, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait teknis pelaksanaan MBG. Memastikan lokasi untuk cuci tangan, jelas dia, menjadi hal yang penting. 

"Mengkondisikan nanti pihak sekolah. Bagaimana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis itu, sesuai. Nanti anak cuci tangan di mana, itu biar sekolah yang menentukan," jelas dia.

3. Vendor siap eksekusi

Siswa di Tulungagung menikmati paket MBG yang dibagikan pemerintah. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Sementara itu, pihak ketiga dilibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pelaksanaan program tersebut. Salah satu vendor di Kabupaten Majalengka yang dipercaya mengeksekusi program itu yakni Tiga Dara Utama.

Sejauh ini, manajemen Tiga Dara Utama mengaku sudah siap untuk melaksanakan program yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Kesiapan dapur kami sudah siap. Kami sedang menyiapkan tempat pencucian piring makan ya. Karena harus ada khusus pencucian pengeringannya. Kemudian setelah pengeringan, itu memerlukan tempat yang representatif," kata Direktur Tiga Dara Utama, Asep Sukarno.

Untuk pendistribusian, Tiga Dara Utama akan menghandle sebanyak 3500 orang, dari mulai siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ditegaskannya, pihaknya telah menyiapkan kendaraan operasional untuk mendukung kelancaran proses pengiriman.

"Untuk pendistribusian, kami sudah siap. Karena dua kendaraan yang siap beroperasional. Sesuai dengan yang disetujui BGN, sebanyak 3500 orang ke 16 penerima manfaat, sekolah dari mulai PAUD, TK, SD, dan SMP. Termasuk ibu hamil, menyusui, dan balita," kata dia.

"Pendistribusian jarak tidak boleh lebih dari 3 km dan tidak boleh lebih dari 30 menit. Makanan setelah dipacking, itu harus sudah dikirimkan," lanjut Asep.

Editorial Team

Related Article