Bandung, IDN Times – Ancaman banjir akibat luapan Sungai Citarum tidak hanya dipengaruhi hujan yang turun di sekitar permukiman. Curah hujan di wilayah hulu dapat meningkatkan debit sungai dan memicu banjir beberapa jam kemudian. Karena itu, informasi cuaca dan kenaikan tinggi muka air menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) membekali pelajar di Kecamatan Majalaya dengan pengetahuan mengenai mitigasi banjir dan sistem peringatan dini berbasis komunitas.
Program yang didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat (DPMK) ITB melalui skema Bottom-Up ini dipimpin dosen ITB Faizal Immaddudin Wira Rohmat bersama Rangga Adiprima Sudisman dan Edi Riawan. Kegiatan melibatkan mahasiswa dari program studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (RIL), dan Teknik Kelautan (KL), serta bekerja sama dengan Yayasan Jaga Balai Majalaya.
Sepanjang September hingga Oktober, pelatihan dilaksanakan di enam sekolah, yaitu SMA Aulia Majalaya, SMA Pasundan Majalaya, SMK KP 1 Majalaya, SMK Yadika 2 Cijagra Paseh, MA Al Azhar Majalaya, dan SMAN 1 Majalaya. Setiap sekolah menjangkau sekitar 30–35 siswa yang diajak memahami penyebab banjir, membaca informasi peringatan, serta mengenali langkah keselamatan sebelum, saat, dan setelah bencana.
